Minggu , | WIB

Senin, 05 Mei 2014 - 14:08:32 WIB
PENANGANAN KORUPSI DI NTT JALAN DITEMPAT
Hukum & Kriminal - Dibaca: 9986 kali


 KUPANG,INTELIJENPOST.COM Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, kepada wartawan,Senin (05/05/2014)  mengaku terkejut lantaran banyak kasus korupsi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkesan jalan di tempat. Padahal, kasus-kasus itu sudah ditangani pihak kejaksaaan dan kepolisian.

Samad mengatakan pihaknya tidak bisa mengambil alih penyelidikan kasus-kasus tersebut,pasalnya sudah ditangani oleh kedua lembaga penegak hukum tersebut.

"Kita punya MoU dengan kepolisian dan kejaksaan tentang hal tersebut. Jadi KPK tidak serta merta mengambil alih kasusnya, karena kasus-kasus tersebut masih dalam penanganan institusi lain," ungkap Samad.

Samad mencontohkan, semisal kasus dana Bansos di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). walaupun sudah ada laporan pada KPK, karena kasus itu sedang dalam penanganan oleh pihak kejaksaan, proses dan penyelesaiannya diserahkan kepada kejaksaan.

Lebih lanjut Samad mengatakan, jika memang ada kasus yang tidak bisa ditangani  oleh kejaksaan, pihak kejaksaan bisa menyerahkan kepada KPK. KPK akan mengeksekusinya.

"Sejauh ini kasus korupsi di NTT sudah ditangani dengan baik oleh pihak kejaksaan dan kepolisian, sehingga KPK hanya bisa berharap, kasus-kasus tersebut tetap diproses demi upaya penegakan hukum di daerah ini," kata dia.

Menjawab wartawan tentang kasus Bansos di Pemerintah Provinsi NTT tahun anggaran 2010 dan 2011 yang diduga merugikan negara sebesar Rp 77 miliar, Samad mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke KPK.

"Kita belum ambil alih karena masih dalam pemantauan kejaksaan. Jika ada keraguan silahkan serahkan ke KPK," ujarnya.         

Dia menambahkan, kasus dugaan korupsi lain di NTT yang juga tidak bisa diambilalih KPK adalah dana PLS sebesar Rp 72 miliar yang ditengarai merugikan negara ratusan juta rupiah. lagi pula saat ini sedang didalami pihak Kejaksaan Tinggi NTT (DN/FBL)


Berita Lainnya