Minggu , | WIB

Selasa, 20 Mei 2014 - 18:26:43 WIB
JURNALIS KECAM AKSI KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN
Peristiwa - Dibaca: 8384 kali


PAMEKASAN,INTELIJENPOST.COM Puluhan jurnalis yang bertugas di Pamekasan,Madura,Jawa Timur menggelar aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Pamekasan, Selasa (20/5/2014). Mereka mengecam tindak kekerasan terhadap jurnalis Pamekasan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Pamekasan.

Taufiqurrahman, salah satu orator aksi yang juga sekretaris Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) menilai tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota dewan tersebut bukanlah solusi. Sebab, tidak seharusnya persoalan jurnalistik diselesaikan dengan cara-cara kekerasan. Bahkan dia meragukan pengetahuan anggota dewan terhadap undang-undang pers itu sendiri

“Maka perlu ada pengayaan intelektual terhadap anggota dewan. Agar ketika ada persoalan jurnalistik tidak dilakukan dengan cara kekerasan. Atau mereka tidak tahu dengan undang-undang itu (UU Pers) sendiri” tegas Taufiq.

Menemui pendemo, Ketua DPRD kabupaten Pamekasan, Halili mengatakan terkait tindakan kekerasan yang diduga dilakukan anak buahnya itu diserahkan kepada pihak kepolisian. Sementara terkait keterlibatan anggota dewan tersebut akan ditangani Badan Kehormatan DPRD Pamekasan.

“Terkait kekerasan yang dilakukan kita serahkan ke kepolisian, sementara terkait dugaan keterlibatan anggota dewan, kita serahkan ke Badan Kehormatan,” jelasnya.

Wartawan intelijenpost.com di Pamekasan melaporkan, puluhan wartawan membawa poster yang bertulisakan “Stop Premanisme terhadap wartawan, “wartawan bukan target kekerasan”, dan “tidak ada berita seharga nyawa"

Diberitakan sebelumnya, Dua orang jurnalis di Madura Jawa Timur , diamuk massa di Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Sumenep.

Kedua insan pers itu masing-masing wartawan Koran Harian Kabar Madura Totok Iswanto dan wartawan Radar Madura yang juga koordinator Radar Madura Institute, Achmadi Yasid.

"Kejadiannya Minggu (1805/2014)malam sekitar pukul 20.00 WIB," kata Totok Iswanto dari Pamekasan.

Di antara puluhan warga itu, seorang merupakan anggota DPRD Kabupaten Pamekasan dari salah satu partai politik. Bahkan anggota DPRD itu yang memimpin langsung penyerangan(Han/IP)



Berita Lainnya