Minggu , | WIB

Minggu, 24 September 2017 - 20:51:32 WIB
SOAL 5000 SENJATA WIRANTO KLARIFIKASI PERNYATAAN PANGLIMA
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 164 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menjelaskan tentang pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait isu impor 5.000 senjata ilegal. Wiranto membantah isu tersebut.

Selanjutnya dia ( Wiranto ) menjelaskan, informasi yang benar yaitu pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan Pindad oleh Badan Intelijen Negara (BIN) untuk keperluan pendidikan intelijen.

"Menurutnya, saya sudah panggil Panglima TNI dan Polri. Ini hanya masalah komunikasi yang tidak tuntas terkait pembelian senjata itu. Setelah saya tanya, saya cek, ini adalah pembelian 500 pucuk senjata dari Pindad untuk sekolah intelijen," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (24/9).

Lanjut menurut Wiranto, informasi dari Panglima TNI tentang institusi di luar TNI dan Polri yang akan membeli 5000 pucuk senjata standard TNI, tidak pada tempatnya dihubungkan dengan eskalasi kondisi keamanan. "Soal informasi insititusi yang akan beli 5.000 pucuk senjata, itu sudah bergulir di masyarakat, dan menimbulkan polemik," katanya.

Kemudian dia meminta masyarakat tak perlu khawatir soal isu yang beredar di media sosial terkait pembelian 5.000 senjata ilegal. Wiranto menegaskan telah menutup kasus ini dan tak perlu memperbesar masalah yang dapat mengganggu stabilitas nasional. "Isu ini saya tutup karena tidak perlu dikhawatirkan untuk beli senjata hingga 5.000 pucuk. Ini tidak perlu dikhawatirkan. Publik tidak perlu khawatir, ujarnya.

Bahkan sebelumnya beredar kabar bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan, ada institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia. Namun, tidak ada informasi yang rinci dari pernyataan Gatot tersebut mengenai institusi yang dimaksud dan jenis senjata yang akan didatangkan. ( IP – DW )



Berita Lainnya