Jumat , | WIB

Selasa, 21 November 2017 - 21:51:24 WIB
TANPA PANDANG BULUH NKRI HARGA MATI
Nasional - Dibaca: 124 kali


Intelijenpost.com

SIAPAPUN YANG MENGHALANGI DAN MENGGANGGU HARUS DITINDAK TEGAS

Generasi penurus perjuangan bangsa, Lahane Aziz, berjuang terus tiada akhir, “ Demi NKRI” dengan posisi sebagai Pimpinan Redaksi Intelijenpost.com, Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia, serta Kepala humas Badan Intelijen Pejuang’ 45 ( BIP’ 45 ) dan juga Kepala humas Lembaga Palapa Sakti Nusantara Pemersatu Bangsa ( LPSNPB ).

Selanjutnya, dia ( Aziz ) mengatakan, tanpa pandang buluh, “ NKRI Harga Mati, “ siapapun di dalam maupun luar negeri yang menghalangi dan mengganggu ketentraman serta keamanan dalam Wilayah Republik Indonesia harus ditindak tegas, ujarnya.

Menurutnya, Aziz harapkan para Aktivis, Pengamat, Intelektual, LSM, dan Media, jangan berbicara dan menulis berita semaunya masalah di Papua terkait TNI dan Polri atau pasukan gabungan yang mengadakan pengamanan sekaligus mengevakuasi warga masyarakat yang disandra oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ), dan keberhasilan TNI – Polri dalam evakuasi tersebut dianggap perlu ditinjau masalah keberadaan TNI dan dibilang melanggar HAM segalanya serta disebut Polri juga merekayasa kejadian tidak sesuai fakta.

Untuk itu, Aziz minta kepada Aktivis, Pengamat, Intelektual, LSM dan Media Massa, kalau mau bicara dan menanggapi serta menulis berita harus berdasarkan fakta dan bukti di lokasi kejadian baru bicara serta menulis beritanya, dan jangan sampai mendapat sumber informasi yang dinilai propokasi ( hoax ) sehingga dapat memanaskan situsi dalam maupun luar negeri terkait masalah antara KKB dengan TNI – Polri di Papua tersebut, pungkas Aziz.

Selanjutnya terkait keberadaan TNI di Papua, berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, bahwa tentara adalah warga negara yang dipersiapkan dan dipersenjatai untuk tugas-tugas pertahanan negara guna menghadapi ancaman militer maupun ancaman bersenjata. TNI terdiri atas TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara yang melaksanakan tugasnya secara matra atau gabungan di bawah pimpinan panglima TNI.

Lantas salah satu jati diri TNI merupakan tentara profesional terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

Mengenai TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. TNI berfungsi sebagai berikut:
1. Penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.
2. Penindak terhadap setiap bentuk ancaman.
3. Pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan.

Kemudian TNI bertugas menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya