Selasa , | WIB

Rabu, 17 Januari 2018 - 06:47:36 WIB
TNI KIRIM PARAMEDIS HINGGA DOKTER SPESIALIS DI ASMAT
Pendidikan & Kesehatan - Dibaca: 91 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai mengenai TNI mengirimkan Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) ke Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Senin (15/1/2018). Satgas itu dikirim menggunakan pesawat Hercules A-1326 dan bertugas menanggulangi wabah penyakit campak dan gizi buruk di kabupaten tersebut.

Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sabrar Fadhilah mengatakan, pengiriman Satgas itu merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. "Menindaklanjuti perintah Presiden itu, Panglima TNI membentuk Satgas Kesehatan TNI KLB untuk membantu Kementerian Kesehatan dalam rangka membantu warga Asmat yang terkena KLB wabah penyakit," ujar Sabrar melalui siaran pers.

Mengenai di Asmat, TNI telah menerjunkan tim kesehatan dari Kodam XVII/Cendrawasih untuk membantu Dinas Kesehatan Kabupaten menanggulangi wabah penyakit itu. Sabrar menambahkan, pengiriman Satgas tersebut sudah sesuai Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yakni yang mengatur mengenai Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Kemudian Satgas Kesehatan TNI KLB ini terdiri dari 53 personel Puskes TNI, Puskesad, Diskesal dan Diskesau. Mereka terbagi lagi ke dalam beberapa spesifikasi pekerjaan, mulai dari dokter spesialis dan paramedis. Satgas itu membawa obat-obatan sesuai dengan kebutuhan, yakni vaksin campak serta vaksin difteri.  "Selain itu, Satgas juga membawa logistik berupa makanan siap saji sebanyak 11.100 pack untuk membantu warga Asmat yang terkena wabah penyakit," ujar Sabrar.

Sementara diberitakan, wabah penyakit campak dan gizi buruk tengah melanda Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Menurut pemerintah daerah setempat, tercatat ada 61 anak sejak bulan September 2017 hingga saat ini dikabarkan meninggal dunia akibat terkena penyakit tersebut.

Selanjutnya tim kesehatan dari Pemda setempat sudah diterjunkan ke 23 distrik (kecamatan) yang mencakup 224 kampung (desa). Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan wabah campak yang lebih besar. Sejak September 2017 hingga 11 Januari 2018, RSUD Asmat dilaporkan merawat ratusan pasien campak. Sebanyak 393 orang menjalani rawat jalan dan 175 orang rawat inap. ( IP – DW )

 



Berita Lainnya