Rabu , | WIB

Selasa, 07 Oktober 2014 - 23:36:41 WIB
SESUAI UUD45 TERKAIT BELA NEGARA PANGLIMA TNI MOELDOKO MENYEMATKAN BARET
Metro Surabaya - Dibaca: 17249 kali


Panglima TNI Jenderal Moeldoko pasangkan baret kepada Gubernur NTB, di Mako Armatim

KEPADA GUBERNUR SELURUH INDONESIA

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyematkan baret dan brevet kehirmatan kepada 33 Gubernur seluruh Indonesia di Surabaya, Senin ( 6/10/2014 ).Cuma enam ( 6 ) Gubernur tidak hadir dalam menyematkan baret tersebut termasuk Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Gubernur DKI serta lainnya dengan alasan tugas – tugas tertentu.

Di sela – sela mempersiapkan acara Hari Ulang Tahun ( HUT ) ke – 69 TNI yang dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2014, di halaman Makoarmatim TNI – AL Pelabuhan Ujung Surabaya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan, pemberian brevet tersebut bukanlah upaya militerisasi Gubernur, karena keamanan sangat erat hubungannya dengan pembangunan, ekonomi. Untuk itu perlunya dibina hubungan baik antara TNI dan Pemerintah Daerah, ujarnya.

Sementara, “ bagaimana bisa membangun emosi  dengan Gubernur, tanpa pendekatan, melalui ini apa yang sudah terjadi semakin meningkat lagi, di samping Hard Power tapi juga Detterent sehingga Negara manapun takut, “ kata Moeldoko di Dermaga Semampir Koarmatim Surabaya – Jawa Timur.

Terkait pemberitaan yang berhembus atau salah pengertian Anak Bangsa, mengenai Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyematkan baret dan memberikan brevet kepada Gubernur seluruh Indonesia, Intelijen Post coba konfirmasi tanggapan ini dengan Ketua Kordinator seluruh Indonesia LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( LSM.PKA – PPD ) Lahane Aziz mengatakan,Panglima TNI menyematkan baret dan memberikan brevet kepada seluruh Gubernur, ini hal yang benar sesuai UUD. 45 tentang pembelaan Negara, kata Ketua LSM ini.

Menurut Ketua LSM Lahane Aziz menegaskan, dengan adanya penyematan baret dan pemberin brevet terhadap seluruh Gubernur ini, mengakili seluruh LSM minta kepada Pemerintah dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko supaya mencetuskan dan segera membuat Peraturan Pemerintah – RI ( PP – RI ), yang disahkan oleh Dewan Perwakilan – RI ( DPR – RI ) atau Keputusan Presiden – RI ( Kepres – RI )sesuai yang sudah diamanatkan dalam Undang – Undang Dasar 1945 ( UUD. 45 ) mengenai pembelaan Negara.

Jadi dalam hal ini, jangan Cuma Gubernur saja yang dikasih brevet serta penyematan baret, yang penting dalam hal ini seluruh warga Negara Indonesia yang berusia 17 tahun – sampai usia 30 tahun, harus dibina dan di didik menjadi wajib Militer ( Militerisasi ) terkait dalam hal pembelaan Negara. Karena seluruh Negara – Negara di dunia termasuk Asean, hanya Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) belum melaksanakan program ini selama Orde Baru sampai Orde Reformasi saat ini, ungkap Aziz. ( IP – UN )



Berita Lainnya