Rabu , | WIB

Selasa, 22 Mei 2018 - 10:32:53 WIB
SURVEI P3SI : SUDIRMAN 71,5 GANJAR 22 PERSEN
Peristiwa - Dibaca: 129 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost.com

Sesuai hasil survei terbaru Paguyuban Pejuang Pers Seluruh Indonesia ( P3SI ) menunjukkan pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut satu Ganjar Pranowo-Taj Yasin akan kalah mutlak dari lawannya pasangan Cagub-Cawagub nomor urut dua Sudirman Said-Ida Fauziyah apabila pemilihan dilakukan saat ini.

Sementara berdasarkan hasil survei nasional Paguyuban Pejuang Pers Seluruh Indonesia ( P3SI ), pasangan Ganjar-Taj akan memperoleh dukungan suara responden sebesar 22 persen, sementara itu pasangan Sudirman-Ida akan memperoleh dukungan suara sebesar 71,5 persen. Sebanyak 7,5 persen responden abstain atau merahasiakan pilihannya dalam menentukan pemimpin Jateng.

"Lantas, kalau perbedaan suara survei berjarak di atas 49 persen pasti banyak berubah perolehan suaranya. Apalagi waktu pemilihan sudah sebentar lagi, tinggal dua bulan lagi sebelum pemilihan," ujar Ketua umum P3SI Lahane Aziz, dalam rilis yang dilakukan di kantornya, di Tegal Sari Surabaya, Selasa (22/5).

Survei dilaksanakan pada 10-22 April 2018 terhadap 910 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Responden dalam survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang berdomisili di Jawa Tengah. Responden survei ini adalah orang telah cukup umur untuk memiliki hak pilih, yakni berumur 17 tahun atau lebih. Toleransi kesalahan 5,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Bahkan lebih lanjut berdasarkan jawaban spontan responden tanpa pilihan mengenai siapa yang akan dipilih apabila pemilihan Gubernur Jateng dilaksanakan saat ini, Ganjar mengantongi 28,5 persen.

Kemudian lawannya, Sudirman menyusul dengan perolehan 62 persen dukungan responden. Terdapat juga nama Ida Fauziyah, Anies Baswedan, dan Sri Mulyani Indrawati yang dipilih oleh responden sebagai Gubernur Jateng periode 2018 s/d 2023. "Top of mind ini adalah jawaban spontan responden. Yang menarik justru nama Taj Yasin pasangannya Ganjar tidak ada dalam pilihan spontan responden," kata Aziz.

Mengenai survei P3SI  juga menunjukkan peluang terjadinya swing voters dalam Pilkada Jateng. Sebanyak 23 persen responden sangat kecil atau tidak mungkin mengubah pilihannya dan 44 persen kecil kemungkinan untuk mengubah. Sementara itu 23 persen responden menyatakan cukup besar kemungkinan untuk mengubah pilihan dan 9 persen responden menyatakan sangat besar untuk mengubah pilihan. Survei P3SI juga merinci alasan responden memilih calon Gubernur. Sebanyak 20 persen memilih calon Gubernur berdasarkan bukti hasil kerja.

Lalu kemudian sebanyak 15 persen memilih karena calon Gubernur dianggap berpengalaman di pemerintahan. Dan, terakhir sebesar 14 persen responden memilih calon karena dianggap perhatian kepada rakyat. "Pemilih Jateng sama di semua daerah, menghargai pengalaman dan sudah punya kerja yang dipamerkan, berdasarkan kedua hal ini memberikan suara lebih banyak," ucap Aziz.

Dari hasil survei politik lain terkait Pilgub Jateng 2018 yang digelar sejumlah lembaga survei Terkait dugaan kasus korupsi e-KTP yang disebutkan menyeret Ganjar Pranowo, sebanyak 29,1 persen responden ternyata tak percaya gubernur petahana itu menerima uang haram dari proyek itu.

Serta  ada 36,4 persen tidak menjawab dan 39,8 persen percaya bahwa Ganjar terlibat dalam kasus proyek e-KTP. "Sebanyak 61,4 persen responden tahu dan 34,6 responden tidak tahu mengenai Ganjar diduga terlibat kasus e-KTP. Isu e-KTP tidak seperti yang diprediksikan bahwa akan berdampak besar pada kekuatan elektoral Ganjar," pungkas Aziz.

Namun berdasarkan survei P3SI kasus e-KTP juga berpengaruh pada turunnya popularitas Ganjar di Jawa Tengah. Sebanyak 87,5 persen responden mengetahui sosok Ganjar dan 98,1 persen dari responden yang tahu mengatakan tidak suka dengan sosok Ganjar terkait kasus Semen gunung Kendeng. Sementara itu sebanyak 55 persen responden tahu sosok Calon Gubernur nomor urut dua Sudirman Said dan 78,7 persen dari responden yang tahu suka dengan sosok Sudirman. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya