Minggu , | WIB

Senin, 10 November 2014 - 11:11:45 WIB
RENCANA PERPANJANG RUNWAY BANDARA SALAHUDIN BIMA
Nusantara - Dibaca: 9892 kali


TERKAIT  PELAKSANAAN  ANGGARAN  PERLU  DIAWASI  KETAT

BIMA,INTELIJENPOST.COM Rencana perpanjang runway, luas bandara maupun apronnya ( anggar ) ini merupakan satu paket proyek pengembangan bandar udarauntuk tahun anggaran 2014 – tahun 2015, hal ini yang sudah diajukan oleh Kepala Bandara Salahudin Bima sesuai persetujuan Dinas Perhubungan Pemprov. Nusa Tenggara Barat ( NTB ) di Mataram.

Terkait pengembangan bandara Salahudin Bima ini,Intelijen Post coba konfirmasi berita ini dengan Ketua Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA-PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz via hand phonnya 082131222XXX berada di Jakarta mengatakan, perpanjang runway serta perluasan bandara itu sangat diperlukan supaya pesawat berukuran agak besar seperti buyng 737 atau jenis lainnya bisa mendarat untuk melakukan aktifitas angkut penumpang di Kabupaten Bima dan sekitarnya, demi kenyamanan, keselamatan dan kelancaran transportasi udara tersebut, ujarnya.

Namun perlu diketahui, terkait permasalahan anggaran proyek pelaksanaan perpanjang runway, perluasan bandara serta kelengkapan bandara lainnya, ini anggarannya perlu diawasi ketat karena yang melaksanakan proyek ini nanti dan yang bertanggung jawab adalah Kepala Bandara Salahudi Bima, Mohammad Auryadin. SE, mantan Kepala Bandara Sugimanuru ( Raha ) Sulawesi Tenggara.

Selanjutnya dari hasil investigasi dan data yang ada di tangan Kordinator LSM. PKA-PPD seluruh Indonesia menunjukan ada dugaan kuat yang dilakukan Mohammad Auryadin SE, dengan pihak kontraktor dari Surabaya yang mengerjakan proyek perluasan bandara Sugimanuru Raha melakukan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme ( KKN ) sehingga proyeknya terbengklai karena kontraktornya sempat melarikan diri ( meninggalkan pekerjaannya ) dan namanya materialnya karu – karuan serta dikerjakan tidak sesuai bestek yang diperuntukan, ungkap Aziz.

Untuk itu, Aziz mewanti – wanti  kepada Pemerintah ( Menteri Perhubungan ) atau melalui Dinas Perhubungan Pemprov. NTB supaya mengawasi ketat terkait pelaksanaan anggaran dikucurkan dan bila perlu Dia ( Auryadin ) tidak dilibatkan dalam proyek perluasan bandara ini karena nanti mengalami kasus yang pernah terjadi di Bandara Sugimanuru Raha yang pernah ditangani proyeknya, tegas Aziz. ( IP –TO )

Berita Lainnya