Kamis , | WIB

Kamis, 20 September 2018 - 20:03:59 WIB
PENGGANTI BRIGJEN ARIS BIKIN INTERNAL HARMONIS KPK HARAP
Nusantara - Dibaca: 245 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost.com

Sesuai menurut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata berharap banyak dari pengangkatan Kombes R.Z Panca Putra sebagai Direktur Penyidikan KPK menggantikan Brigjen Aris Budiman. Salah satunya adalah membuat suasana internal tetap harmonis.

"Menurutnya, kita berharap selalu gitu (harmonis). Tiap ada pejabat yang baru akan ada perubahan yang lebih baik. Kita harus yakin dong," kata dia usai upacara pelantikan sejumlah pejabat baru di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (20/9). Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan Panca laik menempati posisi Direktur Penyidikan. Saut menyebut bakal melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja Panca. "Namun akan dievaluasi secara periodik seperti apa performanya Panca ini nantinya," ujarnya.

Selanjutnya Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan pemilihan Panca dilakukan melalui seleksi ketat. Panca, kata Agus bersaing dengan empat kandidat lainnya, dua polisi, satu jaksa, dan satu internal KPK, sampai pada tahap wawancara dengan pimpinan KPK.  "Dari situ dievaluasi lagi dan kami sudah temukan calon. Kemudian kami lakukan background check yang dibantu teman-teman di dalam dan teman-teman PPATK. Melalui sistem seleksi yang sebagaimana biasa dilakukan di KPK," kata Agus.

Hal ini, Agus tak khawatir dengan pemilihan Panca, yang sama-sama berasal dari Polri seperti Aris, akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Menurutnya, sejak dahulu Direktur Penyidikan KPK memang kerap diisi dari kepolisian. "Kalau lihat sejarahnya juga ya itu emang harus. Direktur penuntutan itu selalu dari kejaksaan. Penyelidikan berubah-ubah, bisa polisi, KPK, bisa jaksa. Saya pikir enggak ada sesuatu yang berbeda dari yang lalu-lalu," ujarnya.

Kemudian Brigadir Jenderal Aris Budiman hadir dalam pelantikan tiga pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Direktur Penyidikan, Direktur Monitor, dan Kepala Biro Perencanaan Keuangan, pagi tadi. Usai pelantikan, Aris terlihat sempat berbincang dengan Ketua KPK Agus Rahardjo dan sejumlah pejabat teras lembaga antirasuah lainnya. Tak diketahui apa yang diperbincangkan antara Aris dengan Agus.

Lantas Aris pun buru-buru meninggalkan lokasi pelantikan di Gedung Penunjang KPK. Dia berjalan di belakang Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto saat menuruni tangga dari lantai 3 ke lantai 1. Jenderal bintang satu itu irit bicara selepas posisinya digantikan oleh Kombes R.Z Panca Putra sebagai Direktur Penyidikan KPK.

Sementara Aris hanya berharap lembaga antirasuah itu semakin berkembang sepeninggal dirinya. "KPK jauh lebih baik," kata Aris singkat sambil terus menuruni anak tangga. Aris mengaku belum mengetahui bakal ditempatkan di posisi apa ketika kembali ke Polri. Menurutnya, semua tergantung pada keputusan pimpinan Korps Bhayangkara. "Belum tahu, pimpinan Polri yang tempatkan nanti," ujarnya.

Mengenai Aris menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK selama tiga tahun. Mantan Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri itu dilantik pada 16 September 2015. Tahun lalu, Aris sempat berselisih dengan salah satu penyidik KPK Novel Baswedan. Awal mula perselisihan mereka berdua terkait dengan rencana rekrutmen penyidik Polri untuk ditugaskan di KPK.

Lalu bahkan, Aris sampai melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya pada Agustus 2017 lalu terkait dengan dugaan pencemaran nama baik atas surat elektronik dikirim Novel di lingkungan internal KPK. Aris tak terima disebut tak memiliki integritas pada surel tersebut.

Menyangkut Aris juga gantian membeberkan perpecahan di internal KPK sewaktu menghadiri rapat Pansus Hak Angket KPK dengan Komisi III DPR. Dia mengungkapkan ada friksi antara kelompoknya dengan Novel Cs. Aris juga membeberkan bagaimana pengaruh Novel di KPK. Kata Aris, Novel begitu powerfull di KPK layaknya komisioner. Saking berpengaruhnya, Novel bahkan bisa mengubah arah kebijakan pimpinan KPK.

Namun atas konflik itu, Aris pun akhirnya ditarik ke Polri. Penarikan Aris dilakukan sejak awal tahun ini. Namun, pada proses seleksi pertama, pimpinan KPK merasa belum mendapat sosok pengganti Aris. Seleksi kedua pun dilakukan. Akhirnya, pimpinan KPK memilih Panca sebagai pengganti Aris. Panca sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. ( IP – DW )



Berita Lainnya