Jumat , | WIB

Senin, 01 Desember 2014 - 12:19:36 WIB
RAPIM GOLKAR MEMBELOT IBARAT JERUK MAKAN JERUK
Nasional - Dibaca: 4210 kali


JAKARTA,INTELIJENPOST.COM Partai berlambang pohon Beringin ( Golkar ) yang saat ini diterpa politik angin kencang, dimana para sesepuh Golkar saling menonjol dan saling menjatuhkan dengan cara berbagai politiknya, sehingga Rapim Golkar nanti informasinya ada yang akan membelot, “ kalau hal ini terjadi ibaratnya Jeruk makan Jeruk,” dan hasilnya nanti dapat mengurangi kepercayaan rakyat di Pemilu tahun 2019 akan dating.  

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, sejumlah DPD yang tadinya mendukung Akbar disebut-sebut akan membelot. Menjelang Munas VII, Partai Golkar juga mulai memanas. Para kandidat ketua umum partai berlambang pohon beringin itu saling mengklaim mendapat dukungan dari beberapa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar yang memang memiliki hak suara.

Selain Akbar, menurut penuturan Prio, Surya Paloh adalah kandidat yang saat ini mulai mengerucut. Dia rajin ke DPD I. Bahkan, lebih dari separo DPD I Golkar akan mendukung. ''Nuansa perubahan terus bergulir. Pak Akbar masih ingin maju.''

Sementara Paloh, kandidat yang maju sebagai Ketua Umum Partai Golkar adalah Akbar Tandjung, Wiranto, dan Marwah Daud. Nama Wapres Jusuf Kalla juga disebut-sebut akan meramaikan bursa pemilihan ketua umum yang akan digelar pertengahan Desember ini. Para kandidat saling mengklaim sudah mendapat dukungan minimal dari 10 DPD I. Jumlah itu sesuai dengan rancangan tata tertib munas bahwa syarat maju sebagai ketua umum harus mendapat dukungan minimal 30% dari 36 suara (10 suara).

Penuh keyakinan kubu Akbar Tandjung menyebutkan, sudah menggenggam dukungan 30 DPD. Hanya tiga DPD I yang memperlihatkan resistensi padanya, yaitu Jawa Barat, Papua, dan Maluku Utara. Namun dalam perjalanannya, perebutan DPD I di berbagai daerah berlangsung seru dan ricuh. Sejumlah DPD I yang semula mendukung Akbar membelot. Ini terjadi di Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan yang secara terang-terangan mendukung Surya Paloh. ( IP – DW )

Ada DPD I yang terang-terangan mendukung Akbar, seperti Ketua DPD Golkar NTB Mesir Suryadi. Ketua Departemen Pemuda DPP Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan menilai, masih terlalu dini untuk mengatakan DPD I-DPD I telah berpihak. ''Dalam musda memang terjadi pergantian pimpinan tapi agak aneh saja jika baru terpilih tiba-tiba mendukung si A atau si B.''

Ferry mengemukakan, dukungan-dukungan tersebut perlu dicek kembali. Sebab, ketua DPD I tidak berhak mengatasnamakan DPD I. Dukungan harus diputuskan dalam rapat pleno bahkan kalau perlu konsultasi dengan DPD II-DPD II. Anggota panitia pengarah Munas VII Golkar Aly Yahya menekankan, ''Silakan saja para kandidat mengklaim mendapat dukungan lebih dari 10 suara.''

Namun, dia mengingatkan mereka, syarat bagi calon ketua umum harus pernah menjadi pengurus DPP Partai Golkar selama satu periode penuh. (di-83j)

Berita Lainnya