Senin , | WIB

Jumat, 16 November 2018 - 05:29:18 WIB
KOMISI V DPR RI BAMBANG HARYO ADAKAN KUNJUNGAN DI ASDP UJUNG SURABAYA
Metro Surabaya - Dibaca: 389 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost

Sesuai mengenai fungsi jembatan Suramadu yang kian meningkat dan lancar – lancar saja, hal ini membuat kondisi penyeberangan kapal Fery Ujang Surabaya – Kamal Madura makin terpuruk sehingga kondisi ini tak mendapat perhatian dari pemerintah daerah masupun pemerintah pusat sehingga terkesan tidak berpungsi sama sekali.

Selanjutnya penguasa atau orang nomor satu di Jatim ( Gubernur Soekarwo ) dengan melihat kondisi penyeberangan kapal Fery ini yang terkesan mati suri, dia yang akrab dipanggil pakde mengatakan lebih baik pelabuhan kapal Fery tersebut ditutup saja, perkataan ini disampaikan oleh Komisi V DPR – RI dari Praksi Gerindra Bambang Haryo Sukartono kepada rekan – rekan pers di pelabuhan baru lalu.

Menanggapi persoalan ini Bambang Haryo mengatakan, bahwa kalimat penutupan penyeberangan kapal Fery yang dilontarkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo itu tidak cukup beralasan katanya, kemudian dengan pembicaraan agak serius Bambang Haryo menjelaskan, Pak Karwo ( Soekarwo Gubernur red ) itu, “ ngawur pool, “ apakah sudah melakukan kajian atau analisa yang benar kok ngomong seperti itu, ujar Bambang kepada wartawan saat lakukan kunjungan di PT. ASDP Ujung Surabaya, Kamis ( 15/11/2018 ).

Kemudian menurut Bambang keberadaan penyeberangan Ujung Surabaya – Kamal Madura ini masih dibutuhkan oleh masyarakat, karena tidak semua orang Madura yang tinggalnya di Kamal tak mungkin menggunakan jembatan Suramadu untuk melakukan aktifitasnya di Surabaya sebab jelas jaraknya sangat jauh sedangkan kalau naik kapal Fery menyeberangnya sangat dekat.

Disamping itu harus memikirkan faktor lainnya dan sangat berbahaya jika penyeberangan ini ditutup sebab kalau jembatan Suramadu mengalami masalah hingga menyebabkan kondisi fatal apakah tidak menimbulkan masalah jika tidak ada akses alternatif yang berfungsi sebagai beack up, kata dia.

Lantas dengan adanya kapal penyeberangan Fery itu justru mengantisipasi hal – hal lain terjadi di Suramadu dan juga berfungsi sebagai buffer atau penyangga dari pada terjadi kondisi buruk tersebut. Kecuali ada jembatan lain bisa saja jadi pendampingnya, jelasnya.

Imbuhnya, Bambang mengaku dirinya sangat tidak setuju jika Kapal Fery penyeberangan Ujung Surabaya – Kamal Madura itu harus ditiadakan, meski sangat meringankan bagi pihak operator kapal dilintasan itu jika ada kebijakan demikian karena selama ini nyatanya mereka sudah mengalami kerugian banyak selama kapal beroperasi.

Mengenai perhitungan bisnis, bayangkan untuk setiap tahun sudah RP. 2 meliar, ASDP harus menanggung kerugian, belum lagi pihak swasta dalam hal ini PT. Dharma Lautan Utama juga mengalami hal yang sama tapi karena mempertimbangkan peranan dan fungsinya lintasan itu tetap dipertahankan meski dalam keadaan merugi, ungkap Bambang.

Tutupnya berita ini, Wakil Dewan masyarakat Jawa Timur itu juga mengingatkan, apakah dengan adanya penutupan itu akan memberi pengaruh yang besar terhadap disparitas harga barang kebutuhan pokok, nyatanya saja dengan harga tiket mobil sebesar Rp. 30 ribu itu saja harga beras hanya berpengaruh tidak lebih sampai Rp.1 naiknya, jadi tidak banyak pengaruh dengan adanya Suramadu, pungkasnya. ( IP – LA )  

 

 

  



Berita Lainnya