Senin , | WIB

Sabtu, 01 Desember 2018 - 18:06:58 WIB
BENTROK KECIL ANTARA MAHASISWA PAPUA DENGAN BERBAGAI ORMAS DI SURABAYA
Metro Surabaya - Dibaca: 375 kali


Intelijenpost.com

Surabaya, Intelijenpost

Sesuai adanya aksi demonstrasi berujung ricuh saat ratusan orang dari Aliansi Mahasiswa Papua Surabaya bentrok kecil dengan berbagai ormas setempat, Sabtu (1/12). Bentrokan terjadi saat para mahasiswa Papua di Surabaya berdemonstrasi dalam peringatan 57 tahun Papua Barat di Jalan Pemuda Surabaya, Sabtu pagi.

Menurut pengacara yang mendampingi aksi mahasiswa, Veronica Koman, mengatakan setidaknya 16 orang mahasiswa mengalami cedera tidak serius akibat bentrokan dengan oknum ormas. Veronica mengatakan dari ke 16 orang itu, tiga orang mengalami luka, yakni pendarahan daerah kepala akibat lemparan batu dan botol.

"Lantas mendapat lemparan batu dan botol, ada juga yang mendapatkan pukulan tongkat" kata Veronica saat dikonfirmasi, awak media. Veronica mengatakan kejadian itu bermula saat 300-an Mahasiswa Papua melakukan unjuk rasa memperingati ulang tahun Papua Barat ke-57 tahun, dengan titik awal di Monumen Kapal Selam, Surabaya.

Selanjutnya di tengah jalan menuju lokasi rencana unjuk rasa dilakukan di Gedung Negara Grahadi, Mahasiswa Papua, kata dia, dicegah oleh sekelompok massa tandingan yang berasal dari ormas gabungan kepemudaan, di depan Gedung RRI. "Mahasiswa tetap dalam satu barisan, sementara ormas mengepung dari kanan, kiri, depan, sampai belakang kami," kata Veronica.

Dalam saat itulah, massa tandingan mulai melakukan tindakan pelemparan batu, pelemparan botol air mineral, hingga serangan verbal. Bentrokan kecil pun sempat terjadi. Beruntung, kata dia, petugas Kepolisian sigap menjaga kondisi keamanan hingga bentrokan yang lebih besar tak sampai terjadi. Ia pun mengapresiasi hal itu.

"Menurutnya, saya mengapresiasi petugas Kepolisian yang telah menjaga jalannya unjuk rasa dengan relatif baik, hingga pihak mahasiswa juga bisa penyampaian aspirasinya hingga pernyataan sikap selesai dibacakan," kata dia.

Lalu tak lama setelahnya, Polisi melalui alat pengeras suara meminta mahasiswa dan massa tandingan untuk membubarkan diri. Jalan Pemuda yang tadinya ditutup akhirnya pada pukul 09.00 WIB barangsur dibuka.

Lanjutnya Veronica mengatakan ratusan mahasiswa Papua membubarkan diri dan kembali ke asrama mereka yang berada di bilangan Kalasan, Tambaksari, Surabaya. "Saat ini, teman-teman sudah kembali ke asrama, tiga orang yang luka juga telah mendapatkan perawatan medis dengan baik, oleh teman-temannya," kata dia.

Kemudian sementara itu, Jubir Mahasiswa Papua, Dorlince Iyowau mengatakan dalam aksi ini, Mahasiswa Papua dari se-Jawa dan Bali ini menuntut hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua. Hal itu biasa diperingati para mahasiswa Papua selama bertahun, dan tahun ini Surabaya dipilih menjadi titik pusat aksi tersebut. 

 

"Mengenai aksi tadi memperingati 57 tahun yang setiap tahunnya kami memperingati, namun kali ini kami pusatkan di Surabaya, karena kota ini tingkat represivitas kepada kawan-kawan masif," kata dia. ( IP - *** )

 



Berita Lainnya