Sabtu , | WIB

Senin, 08 Desember 2014 - 18:53:03 WIB
PETRAL BUKAN MAKELAR TAPI TEMPAT MELAKUKAN KKN
Nasional - Dibaca: 5304 kali


JAKARTA,INTELIJENPOST.COM PT Pertamina (Persero) menegaskan, Pertamina Trading Limited (Petral) akan tetap ada dan tidak dibekukan, karena anak usahanya tersebut sangat dibutuhkan untuk pembelian minyak mentah atau BBM (bahan bakar minyak) dari luar negeri, kenapa Petral tetap dipertahankan dan bukan Pertamina yang langsung membeli BBM keluar negeri ( Angola ), karena anak perusahan ini ( Petral ) dibangun ada indikasi tempat para Pejabat Pertamina melakukan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme ( KKN ), kata sumber yang dapat dipercaya.

"Sementara Yang beli minyak mentah dari Angola itu yang melakukan Petral. Kalau bukan dia (Petral), Pertamina harus menyuruh siapa lagi? Petral bukan makelar, dia itu anak usaha Pertamina," tegas Plt Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen di Kantor Pertamina Pusat, Medan Merdeka Timur 1 A, Jakarta, Senin (3/11/2014).

Husen menjelaskan, walau kerjasama pembelian minyak mentah dengan Anggola diinisiasi pemerintah, namun yang membeli dan yang membayar minyak itu tetaplah Pertamina.Tujuan impor minyak mentah langsung dari Angola, ungkap Husen, adalah untuk menghemat biaya impor karena langsung dari produsennya."Ini kan kita langsung impor dari negara produsen, kalau nggak ada penghematan buat apa repot-repot," ujarnya.

Bermuaranya masalah Bahan Bakar Minyak ( BBM ) bersubsidi dihapus dan naiknya harga BBM dalam negeri sedangkan pasaran harga BBM di luar negeri menurun, Pemerintah Jokowi – JK ( Pertamina ) akan membeli minyak mentah dari Angola dan tetap melibatkan ( Petral ), hal ini percuma saja karena ada indikasi kuat akan terjadi Kolusi, Korupsi dan Nepotisme ( KKN ) antara Pertamina dengan Petral sebab nanti hitung punya hitung dan potong biaya sana – sini tetap Negara dirugikan, jelas sumber ini.

Menurut Intelijen Post untuk mengurangi kebocoran BBM selama ini, Pemerintah ( Pertamina ) yang harus menentukan berapa BBM yang diperlukan dalam negeri dan berapa BBM yang harus di import dari luar negeri dan jangan lagi ada instansi lain yang ikut mengelola, penimbunan, suplay BBM seperti SKK Migas dan BPH Migas maupun perusahan swasta lainnya dan contoh kongkrit di Orde Baru BBM dikelola tunggal oleh Pertamina, permasalahan BBM masih diambang batas normal.  ( IP – LA – DW )

Berita Lainnya