Sabtu , | WIB

Jumat, 12 Desember 2014 - 17:23:26 WIB
TENTARA NASIONAL INDONESIA HARUS LEBIH BERPERAN DALAM MEWUJUDKAN KAMTIBMAS
Nusantara - Dibaca: 3583 kali


PANGKALAN BUN, INTELIJENPOST.COM Senantiasa untuk membangun sinegritas pemerintah daerah dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat, posisi Kodim dan Korem, harus lebih berperan. TNI lebih ahli dalam hal strategi dan taktik guna mewujudkan kamtibmas.

“Dahulu sering ada Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), sekarang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD).  Muspida lebih solid dibanding FKPD. Sekarang, posisi Dandim dan Danrem seperti ada dan tiada,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, di depan peserta Apel Dansat terpusat TNI AD 2014, di Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat,Kalimantan Tengah baru – baru ini.

Mendagri menjelaskan, dulu daerah rawan dan memerlukan perhatian khusus selalu dipimpin oleh TNI. Dandim dan Danrem punya satuan komando dan intelijen handal, yang seharusnya jadi posisi tawar dengan Pemda. Namun faktanya, banyak bupati atau wali kota lebih mendengar masukan Kapolres atau kajari dari pada Dandim dan Danrem.

“Menurut Kemendagri telah mengambil sampel 100 APBD Kabupaten/Kota di Indonesia, kontribusi untuk Kodim dan Korem sangat kecil, jauh di bawah anggaran institusi lainnya. Seharusnya, jika institusi lain dapat bantuan mobil, Kodim dan Korem harus dapat mobil juga,” tegas mantan Sekjen PDI Perjuangan ini.

Sementara Menteri Tjahjo Kumolo mendarat dengan pesawat umum di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Rabu, sekitar pukul 13.00 WIB. Mendagri disambut Bupati Ujang Iskandar, Wabup Bambang Purwanto, Kepala Staf Kodam XII Tanjungpura Brigjen Aris Martono Haryadi, Danlanud Iskandar Letkol Pnb Jhonson Henrico Simatupang, Wakapolres Kobar Komisaris Polisi Alfian Nurnas serta jajaran SKPD Kobar.

Bahkan sebelum terbang dengan helikopter TNI AD ke Desa Sulung, kepada pers, Tjahjo mengatakan, dengan digelarnya Apel Dansat 2014, diharapkan TNI besama pemerintah daerah bisa bersama-sama mengamankan wilayah. “Diharapkan TNI dan pemda mampu mengkondiskan pembangunan dalam rangka stabilitas di daerah. Apalagi, daerah di Kalimantan banyak perkebunan dan dekat perbatasan.”

Kementerian Dalam Negeri dan sejumlah menteri Kabinet Kerja beserta beberapa Kepala Badan Nasional, dijadwalkan memberikan ceramah kepada 363 peserta Apel Dansat yang terdiri dari Dandim, Danrem, Aster Kodam, Aster Kaskostrad, Asintel Danjen Kopassus, Aster Kasdivisi Infanteri I dan II Kostrad, Kadepter Seskoad, Dirbinlem Akmil, serta Dirbinlem Secapa.  ( IP – JK )



Berita Lainnya