Selasa , | WIB

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:24:52 WIB
P3SI MINTA MENTERI PERHUBUNGAN PERKETAT KONTROL PENERBANGAN LION AIR
Ekonomi Bisnis - Dibaca: 181 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijenpost

Ketua umum Paguyuban Pejuang Pers Seluuh Indonesia ( P3SI ) Lahane Aziz mengatakan, dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT. 610 di Karawang, sehingga seluruh penumpangnya tewas dan hal ini masih mengiang – ngiang ditelinga seantero masyarakat sejagat nusantara, bahkan dunia mengenai jatuhnya pesawat tersebut.

Untuk itu, P3SI minta kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar lebih perketat pengontrolan penerbangan pesawat Lion Air ini sebab baru saja pesawatnya JT. 610 mengalami terjun bebas ( jatuh ) dan menewaskan seluruh penumpang bersama awak pesawatnya, bahkan perusahan belum bisa menahan diri serta memperbaiki sistim kerjanya malahan sekarang ini di tahun 2019 makin melebar bisnisnya ke perusahan jasa pengiriman kargo, ujar Aziz.

Menurut dia ( Aziz ) mengatakan, sebenarnya pesawat Lion Air ini diberikan izin oleh pemerintah ( Kementerian Perhubungan ) diperuntukan angkut penumpang dan barang dalam hal ini kargo perusahan jasa pengiriman PT Lion Express dengan merek dagang Lion Parcel, karena selama ini yang masyarakat tahu hanya mengangkut barang bagasi milik penumpang yang diberi jatah per – orang yang bisa membawa sebanyak 15 Kg – 20 Kg.

Lanjut Aziz, coba dibayangkan kalau pesawat Lion Air mengangkut penumpang sesuai kapasitas kursi yang tersedia misalnya 850 orang, ditambah jatah bagasi berarti daya angkut pesawat sesuai kapasitas dapat dihitung berat barang dan penumpang, tapi nantinya setelah mentargetkan angkut kargo sekitar 10 juta Kg per bulan dengan perhitungan bisnis penting perusahan diuntungkan, jelas diduga pasti over lod atau berat melebihi kapasitas, pungkas Aziz.

Hal ini dapat menimbulkan rawan kecelakaan karena pihak perusahan hanya mementingkan untung sedangkan masalah keselamatan penerbangan dan penumpang kurang diperhatikan, padahal yang paling pas itu perusahan jasa pengiriman barang ( kargo ) dikirim dan diangkut melalui kapal laut ini lebih aman dan tidak mengganggu keselamatan penumpang pesawat tersebut, kata Aziz.

Selanjutnya berita yang dilansir Intelijenpost dari salah satu media online mengenai, perusahaan jasa pengiriman PT Lion Express dengan merek dagang Lion Parcel pada tahun ini menargetkan volume kargo lima kali lipat dari volume pada tahun lalu.

"Menurutnya, kita menargetkan lima kali lipat dari (volume kargo) kita yang sekarang. Kita melihat dari basis laju pertumbuhan e-commerce dan perdagangan e-digital semuanya, itu rata-rata mereka masih pertumbuhan sekitar tiga kali lipat," ujar CEO Lion Express Farian Kirana di Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.

Lantas Lion Express menjelaskan bahwa target volume kargo lima kali lipat pada 2019 tersebut secara angka sekitar 10 juta kg per bulan."Karena kita masih challenger brand, kita juga menargetkan lebih dari pertumbuhan market atau pasar," tutur Farian kepada awak media di kantornya.

Mengenai tahun lalu, Lion Parcel berhasil mencatat volume kargo rata-rata dua juta kg per bulan. "Kalau Lion Parcel (tahun lalu) sekitar dua juta kilogram per bulan, makanya kita pada 2019 menaikkan target menjadi lima kali lipat jadi ke arah 10 juta kilogram per bulan," kata Farian usai menerima Sertifikat ISO 9001:2015 dari SGS Indonesia. ( IP – DW )

 



Berita Lainnya