Rabu , | WIB

Sabtu, 18 Mei 2019 - 21:35:17 WIB
TAK TUTUP KANS GABUNG JOKOWI - MA RUF PARTAI TOMMY SOEHARTO
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 101 kali


Intelijenpost.com

Jakarta, Intelijen Post

Adanya mengenai Anggota Majelis Tinggi yang juga Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menjadi bagian dari pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin jika telah ditetapkan oleh KPU. Menurutnya, semua kemungkinan bakal dikonsolidasikan di internal partai.

Lantas diketahui, Partai Berkarya yang diketuai Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto tergabung dalam koalisi pengusung Prabowo - Sandi. "Dalam politik semua bisa terjadi. Politik kan kepentingan," ucap Badar saat dihubungi awak media, Jumat (17/5).

Selanjutnya Badar mengatakan bahwa Partai Berkarya belum pernah secara resmi berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo mau pun Tim Kampanye Nasional. Meski begitu, dia tidak menampik jika ada kader Berkarya yang menjalin komunikasi secara personal. "Secara pribadi mungkin ada. Pak Muchdi PR kan dukung 01. Berkarya ada di mana-mana," ucap Badar.

Mengenai Badar, yang merupakan mantan Sekjen Partai Berkarya, belum mau bicara banyak soal itu. Terlebih, KPU masih belum selesai melakukan penghitungan suara secara resmi. Badar mengatakan partainya bakal membicarakan langkah selanjutnya terlebih dahulu usap Pemilu 2019 benar-benar selesai. Ingin tetap menjadi oposisi atau berada dalam pemerintahan. "Nanti kita konsolidasi internal dulu maunya kita apa ke depan," ucap Badar.

Sementara hal ini, Partai Berkarya termasuk dalam koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung paslon Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Partai Berkarya sendiri merupakan debutan dalam Pemilu 2019. Mereka menjadi peserta dengan nomor urut 7. Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto mengisi posisi ketua umum sekaligus caleg DPR di daerah pemilihan Papua.

Kemudian merujuk dari hasil quick count Litbang Kompas, Partai Berkarya memperoleh 2,14 persen suara. Dalam quick count Indo Barometer, mereka diprediksi mendapat 2,12 persen suara. Partai Berkarya diprediksi mengantongi 2,41 persen suara menurut quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Lalu menyangkut syarat bagi partai untuk mendapat kursi DPR adalah memperoleh 4 persen suara. Dengan demikian, Partai Berkarya diprediksi tidak mendapat kursi DPR jika merujuk quick count mayoritas lembaga survei. ( IP – TIO )

 



Berita Lainnya