Rabu , | WIB

Senin, 09 Maret 2015 - 09:39:40 WIB
PERKAMPUNGAN DUSUN AIR MANIS TERANCAM GELOMBANG LAUT
Nusantara - Dibaca: 4370 kali


GUBERNUR  DIMINTA TURUN  TANGAN  SEBELUM  ADA  BENCANA

AMBON,INTELIJENPOST.COM Perkampungan Dusun Air Manis  yang terletak dalam petuanan Desa Negeri Laha, yang mana Dusun Air Manis ini berbatasan dengan Bandar Udara Patimura Laha ( Ambon ), pada saat Gubernur Said Assagaf masih menjabat Wakil sampai menjadi Gubernur Maluku, Dusun Air Manis tidak mendapat perhatian Pemerintah ( Gubernur ) masalah pembangunan atau proyek pembuatan tembok pembatas antara pinggir pantai dan laut.

Dusun Air Manis yang jumlah penduduknya saat ini sekitar kurang lebih 550 Kepala Keluarga ( KK ), yang mendiami dusun tersebut dengan mata pencariannya sebagai Nelayan, Petani, Peternak Sapi dan beberapa juga masyarakatnya yang bekerja di Bandara Udara, mulai merasa was – was atau resah dengan adanya ancaman gelombang laut yang pada musim Timur atau pancaroba terjadi gelombang sangat tinggi serta air laut masuk menyerang perkampungan Dusun Air Manis ini.

Ketika mendapat keluhan dari masyarakat Dusun Air Manis tersebut, IntelijenPost menanggapi dengan serius, langsung terbang dengan pesawat Lion Air  dari Surabaya menuju Bandara Udara Pattimura Laha, sampai di bandara ini kami dijemput beberapa orang warga Dusun Air Manis dan dibawa langsung ketepi pantai untuk melihat keadaan rusak serta bahaya ancaman gelombang air laut ini terhadap perkampungan dimaksud.

Setelah melakukan pemotretan, IntelijenPost  mengadakan wawancara dengan Tokoh masyarakat La Ode Djaelani menyatakan, sebenarnya proyek untuk membangun tembok penghalang ancaman gelombang laut terhadap dusun kami ini sudah ada angin berhembus bahwa, Pemerintah ( Gubernur ) sudah ada rencana untuk membangunnya, tapi entah bagaimana proyek tersebut tidak muncul sampai saat ini, padahal sering dalam pertemuan kami sudah bicarakan dengan Kepala Desa ( Bapak. Raja ) Negeri Laha, apa mungkin ini belum giliran untuk bangun dusun kami, ujarnya.

Disisi lain, IntelijenPost  juga wawancara dengan salah satu warga, Ruslan Aziz mengatakan, proyek tembok pembatas laut dengan pantai ini sudah dibangun oleh Pemerintah atau Dinas Pekerjaan Umum Pemprov. Maluku, tapi proyek yang dibangun di Desa Negeri Laha dan sudah sampai di Dusun Kampung Baru, sedangkan di Dusun Air Manis belum juga ada tanda – tanda untuk dibangun proyek tersebut, kata Ruslan.

Hasil investigasi IntelijenPost.com, menunjukan keadaan pantai rusak parah dan kelihatannya pantai sudah terkikis air laut sepanjang kurang lebih 50 meter , dan saat ini jarak antara bibir pantai dengan perkampungan Dusun Air Manis  jaraknya sekitar 10 meter, jadi kalu betul – betul Pemerintah ( Gubernur ) tidak turun tangan untuk membangun proyek tembok pembatas pantai dusun ini, sudah jelas di musim Timur atau pancaroba dengan gelombang air laut tinggi akan menyerang atau mengancam terjadinya bencana yang tidak diinginkan oleh umat manusia(IP – LA )

Berita Lainnya