Senin , | WIB

Jumat, 08 Mei 2015 - 20:26:04 WIB
RAMAI-RAMAI BANCAKAN DUIT HARAM KORUPSI ESDM HINGGA Rp 11 MILIYAR
Nasional - Dibaca: 4242 kali


JAKARTA,INTELIJENPOST.COM Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno didakwa telah merugikan negara hingga mencapai lebih dari Rp 11 miliar dalam kasus korupsi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dalam dakwaan yang dibacakan kemarin, Kamis (7/5), disebutkan uang sebanyak itu dialirkan Waryono kepada 26 orang. Salah satunya adalah Daniel Sparringa, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik era Susilo Bambang Yudhoyono.

Bancakan uang haram ini selain Sparringa, nama Sri Utami, mantan Koordinator Kegiatan Satker Setjen Kementerian ESDM pun disebut dalam surat dakwaan yang dibaca oleh tim jaksa yang diketuai oleh Fitroh Rohchayanto.

Sri disebut menerima aliran dana hingga mencapai angka Rp 2,3 miliar. Jumlah ini adalah jumlah terbanyak dibanding nama-nama lain yang disebut dalam dakwaan.

"Untuk memperkaya terdakwa sebesar Rp 150 juta serta memperkaya orang lain yakni Sri Utami sebesar Rp 2,39 miliar," ujar tim jaksa di ruang sidang Pengadilan Tindak Pindana Korupsi Jakarta, Kamis (7/5).

Bermuaranya bancakan uang haram dari hasi korupsi di ESDM membuahkan, Pejabat ESDM pakai duit korupsi Rp.68,7 juta buat makan, minum serta hiburan lainnya, dan duit korupsi ESDM juga mengalir ke – Paspampres, Sekretariat Negara serta Daniel Sparringga disebut – sebut terima duit korupsi ESDM Rp. 185 juta, dan GP Ansor,HMI, PMII disebut juga ikut terima duit korupsi tersebut.

Serta mengalirnya uang haram dari hasil korupsi ESDM yang dibawah Sri Utami, juga disebut nama Johan sebagai menerima aliran dana sebesar Rp. 1,15 meliar,karena diketahui Johan berperan sebagai pembuat administrasi pertanggung jawaban, seolah – olah kegiatan sosialisasi kebijakan sektor ESDM telah dilaksanakan oleh rekanan. 

Dalam melakukanmanipulasi laporan sosialisasi tersebut, uang juga disalurkan ke beberapa lembaga swadaya masyarakat, salah satunya GP Anshor yang disebut menerima dana sebesar Rp 50 juta.

Dalam kejadian ini juga, nama Daniel Sparringga disebut mendapat uang segar sebesar Rp 185 juta, oknum Pasukan Pengamanan Presiden mendapat Rp 25 Juta, Haris Darmawan sebesar Rp 3 juta, dan Agus Salim sebesar Rp 200 juta.

Nama - nama selanjutnya yang disebut menerima uang korupsi di ESDM adalah, Arief Indarto.

Mantan Mantan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian ESDM tersebut diminta Waryono untuk mengajukan revisi anggaran terkait kegiatan sepeda sehat dalam rangka sosialisasi hemat energi pada 2012 lalu. Dia pun disebut menerima uang sebesar Rp 5 juta dari aktivitasnya tersebut.

Bahkan dalam kegiatan sepeda sehat tersebut, tiga nama lain pun disebut menerima uang yang jumlahnya juga tidak sedikit.

Bambang Wijiatmoko disebut menerima uang Rp 20 juta, Dwi Purwanto mendapat Rp 15 juta, dan Indah Pratiwi mendapat Rp 157 juta, sehingga mantan Sekjen ESDM Didakwa Korupsi Rugikan Negara Rp 11,124 M.

Masih bergulir terus nama yang terlibat korupsi, Sutedjo Sulasmono adalah nama selanjutnya yang disebut ikut menerima uang dalam korupsi tersebut. Kasubag Pemeliharaan pada Biro Umum Setjen Kementerian ESDM tersebut diminta Sri Utami untuk menunjuk Drajat Budianto dan Pudji Astuti untuk melakukan proyek perawatan dan renovasi gedung Setjen di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Sementara Drajat dan Pudji adalah karyawan PT Sanggraha Mitra Kersa (PT SMK) yang juga merupakan anak perusahaan YPE (Yayasan Pertambangan dan Energi). Diketahui, YPE pun disebut menerima juga aliran dana kasus ini, mereka mendapat dana hingga Rp 866 juta.

Mengalihkan pekerjaan karena merasa perusahaanya terlalu tinggi untuk melakukan kegiatan tersebut, Drajat pun menyerahkan pekerjaan tersebut pada Victor Cornelis Maukar dan Widodo, karyawan PT Bina Karsa Swadaya.

Akhirnya Victor dan Widodo menemui Sutedjo ditemani Suryadi, Staf Bagian Rumah Tangga Biro Umum di kantor Setjen Kementerian ESDM, untuk melakukan kesepakatan.

Untuk aktivitas tersebut, Sutedjo menerima Rp 81 juta, Drajat mendapatkan, Rp 210 juta, Victor meraih Rp 459 juta, Widodo mendapat Rp 103 juta, dan Suryadi menerima Rp 5 juta.

Selain untuk kegiatan perawatan Gedung Setjen Kementerian ESDM di Jalan Medan Merdeka Selatan, Sutedjo meminta tolong kepada Matnur Tambunan, Darwis Usman, Tri Joko Utomo, Sugiono, Kausar Armanda, Wayan Mulus Desi Herlinda, dan Anwar Rasyid untuk melaksanakan tugas tersebut dengan menggunakan nama beberapa perusahaan.

Dari hasil aktivitas ilegal tersebut, Matnur mendapatkan uang sebesar Rp 155 juta, Darwis Rp 158 juta, Tri Joko meraih Rp 366 juta, Sugiono menerima, Rp 60,8 juta, Kausar Rp 209 juta, Wayan Mulus mendapat Rp 10,7 juta, dan Anwar meraih Rp 8,7 juta. Sementara dua nama lain yang disebut, Cawa Awantara dan Agung Pribadi, masing-masing mendapat dana Rp 30 juta dan Rp 25 juta.

Beberapa perusahan juga ikut terlibat kasus korupsu di ESDM karena selain nama-nama di atas dan YPE, sekitar 101 perusahaan pinjaman pun mendapat dana yang mencapai angka Rp 945 juta.

Nama perusahaan tersebut di antaranya adalah CV Bintang Kreasi Permata, CV Ari Sindo Pratama, dan CV Wanni Star.

Putusan siding atas dakwaan merugikan negara hingga Rp 11 miliar tersebut, KPK lantas menjerat Waryono dengan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(IP– AL )



Berita Lainnya