Senin , | WIB

Kamis, 25 Juni 2015 - 15:55:56 WIB
LSM MENILAI MENTERI PERDAGANGAN AROGAN
Metro Surabaya - Dibaca: 2722 kali


Rachmat Gobel

CABUT IZIN IMPOR API U TANPA PROSEDURAL SEHINGGA RATUSAN PENGUSAHA MENJERIT KERUGIAN

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM - Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA- PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz menjelaskan pada saat diundang buka puasa bersama dengan beberapa pengusaha barang impor di Pelabuhan Tanjung Perak baru – baru ini.

Dicela – cela usai buka puasa tersebut, ternyata sudah ada rencana para pengusaha impor untuk mempergunakan waktu untuk berbincang – bincang sekaligus adakan tanya jawab mengenai tindakan Menteri Perdagangan ( Mendag ) Rachmat Gobel yang membuat surat selebaran kepada Disperindag Jatim, instansi terkait P2T Jatim, untuk segera mencabut surat izin impor Api – U yang ada di Surabaya – Jawa Timur sebanyak kurang lebih 135 perusahan impor, kata Arief yang bertanggung jawab sebagai pengurus PT. Jitu Prima Perkasa yang juga izin impor Api – U nya dicabut dan hal ini sudah mengajukan keberatan ke – Mendag, Surat No.006/JITU/IV/2015.

Terkait masalah pencabutan izin Api – U impor tanpa procedural itu, intelijenpost wawancara langsung dengan Ketua Kordinator LSM. PKA – PPD Seluruh Indonesia Lahane Aziz mengatakan, pencabutan surat izin Api – U impor itu harus secara procedural dan tidak bisa Mendag Rachmat Gobel langsung buat surat selebaran dengan memerintah Disperindag Jatim dan P2T Jatim, untuk langsung melakukan tindakan pencabut izin tersebut, harus diberikan teguran duluh, kemudian diberikan sanksi berupa denda baru bisa melaksanakan pencabutan izin Api – U impor, ujar Aziz.

Jadi kalau Menteri Perdagangan Rachmat Gobel main perintah semacam ini tanpa procedural jelas sudah salah dan dianggap ini suatu tindakan arogan nanti LSM.PKA-PPD akan membuat surat klarifikasi kepada Menteri Perdagangan dan suratnya akan ditembusi ke – Presiden – RI, maupun Ketua DPR – RI, untuk segera menanggapi masalah ini apabila hal ini Rachmat Gobel tidak segera menyelesaikan masalah 135 perusahan impor yang izin Api – U nya dicabut, ramai – ramai lakukan demo dan secara prosedur hukum kasus ini dapat dibawa ke – persidangan, jelas Aziz.

Disi lain Intelijenpost melansir berita mengenai, Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengungkapkan, salah satu sebab lamanya waktu tunggu barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok karena tidak disiplinannya para importir.

Hal itu, kata dia, bisa terlihat dari banyaknya importir yang baru mengurus berbagai perizinan setelah barang impor itu sampai di pelabuhan.

“Tidak sedikit juga para importir yang barangnya sudah masuk baru mengurus izinnya. Makanya, pengusaha importir harus mengurus izinnya sebelum kapal-kapal itu berangkat,” ujar Rahmat seusai rapat koordinasi (rakor) di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, belum lama ini.

Imbuh Aziz, sebenarnya para importer itu disiplin yang tidak disiplin itu petugas Disperindag dan Kementerian Perdagangannya yang mencabut izin Api – U impor tanpa procedural sehingga menyulitkan para importer untuk mengurus barangnya sehingga sebab lamanya tunggu barang ( dwelling time )  yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak  - Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Priok, tegas Ketua LSM ini.

Lanjut berita lansir Intelijenpost. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa geram karena tak mendapat jawaban yang memuaskan dari pejabat di Pelabuhan Tanjung Priok soal oknum yang memperlambat dwelling time atau waktu tunggu kontainer.

Jokowi bahkan mengancam akan mencopot petugas lapangan hingga Menteri yang tidak mau memperbaiki kondisi pelabuhan peti kemas. “Kita harus terbuka. Saya tanya, enggak ada jawabannya, ya saya cari sendiri jawabannya dengan cara saya. Kalau sulit, bisa saja dirjennya saya copot, pelaku di lapangan saya copot, bisa juga Menterinya yang saya copot,” kata Jokowi.( IP - *** ).



Berita Lainnya