Sabtu , | WIB

Selasa, 14 Juli 2015 - 15:35:38 WIB
PENGUSAHA KAPAL RUGI BILA ANGKUT ARUS MUDIK MELEBIHI KAPASITAS
Pelabuhan - Dibaca: 1299 kali


KARENA RESIKO TINGGI

SURABAYA,INTELIEJENPOST.COM - Permasalahan yang dihadapi operator kapal penyeberangan mengaku tetap mengalami kerugian meski berencana menaikkan tarif penyeberangan pada malam hari. Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menolak dituding memanfaatkan momentum mudik untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.

“Berbicara menyangkut mudik lebaran ini hajatan besar yang sangat rumit. Tujuan memecah penumpukan tidak tercapai, kami sebagai operator jelas rugi,” ujar Ketua Gapasdap Jawa Timur Khoiri Soetomo kepada wartawan di rumah makan Mutiara, Manyar Surabaya pada saat buka puasa bersama kuli tinta baru – baru ini.

Menyangkut kemaceta kata Khoiri, tak menambah kapasitas maupun penghasilan operator dari penjualan tiket karena hanya satu jalur saja yang ramai. “Justru saat macet kami tidak bisa berbuat apa-apa,” kata dia.

Dia ( Khoiri ) menuturkan kepada hampir semua pemudik memilih menempuh perjalanan pada malam hari. Sementara keputusan Menteri Perhubungan – RI ( Jonan ) yang hanya memberi diskon pada siang hari dan menolak kenaikan tarif pada malam hari, menurut dia, tidak efektif mengurai kemacetan.

“Orang atau penumpang akan semakin menumpuk sejak H-4 karena tergiur tawaran diskon. Perkiraan kerugian antara 30 sampai 40 persen akibat stagnasi arus yang terkunci,” ujarnya.

Intelijenpost melansir pembicaraan salah satu operator kapal, PT Dharma Lautan Utama, mengaku kondisi perekonomian  yang melambat turut memperpuruk bisnis penyeberangan. Pihaknya memprediksi jumlah penumpang pada Lebaran ini tak sebaik tahun sebelumnya. “Prediksinya terjadi penurunan penumpang 2,5 sampai 3 persen tahun ini,” kata Direktur Utama PT Dharma Lautan Erwin H. Poedjono.

Kalau melihat situasi dan kondisi seharusnya, penyeberangan ramai karena tahun ini bertepatan dengan libur sekolah. Namun perlambatan ekonomi mempengaruhi bisnis penyeberangan  jika menilik pendapatan pada semester pertama. “Pendapatan pada semester I turun antara 15 sampai 20 persen,” tutur Erwin.

Belum lama ini juga, Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Danang Baskoro mengusulkan agar diterapkan dua tarif yang berbeda, yakni malam dan siang hari saat arus mudik. Kebijakan dua jenis tarif itu bertujuan untuk mengurai penumpukan kendaraan pribadi baik mobil dan sepeda motor.

Alhasilnya usulan itu ditolak Jonan dan memutuskan tarif penyeberangan selama arus mudik lebaran tahun ini tak boleh naik. Jonan menyetujui pemberlakuan diskon pada siang hari dan tarif normal pada malam hari, tutupnya.  ( IP – LA )



Berita Lainnya