Selasa , | WIB

Minggu, 19 Juli 2015 - 20:41:17 WIB
BATAS DESA LAHA DAN DESA TAWIRI IBARAT PINTU DEPAN SAMA DAPUR
Nusantara - Dibaca: 3522 kali


Foto salah satu korban tewas, Sahril Laturua (24)

DINILAI SERUMAH MAKANYA TAK PERLU ADA BENTROKAN

AMBON,INTELIJENPOST.COM - Ketua. Kordinator LSM. Pementau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA – PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz terpaksa ikut angkat bicara saat di konfirmasi Intelijenpost di kantornya Jl. Tegal Sari No. 2 Surabaya, kebetulan dia (Lahane Aziz) putra kelahiran Dusun Air Manis – Desa Laha, eks lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Angkasa milik Yayasan TNI – AU Patimura Ambon.

Aziz menyatakan, batas Desa Laha dan Desa Tawiri itu hanya terdapat jembatan kecil yang jarak antara kedua desa tersebut, ibarat pintu depan sama pintu dapur jadi hal ini dinilai serumah alias saudara atau tetangga dekat jadi kalau terjadi sesuatu dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak perlu adanya bentrokan, ujar Aziz.

Aziz juga menegaskan, sebenarnya kita semua bercermin pada kerusuhan panjang yang melanda seluruh Maluku dan khususnya di Ambon.

"Hal inikan semua ulah provokator dan teridentik dengan politik sehingga masyarakat saling serang, bakar – membakar, bunuh – membunuh akibatnya perekonomian menjadi lumpuh dan segala – galanya menjadi amburadul dan yang rugi masyarakat Maluku sendiri" Ujarnya

Aziz menegaskan, dari hasil kejadian itu perlu dicamkan baik – baik, "diharapkan kepada Pemerintah ( Gubernur ) Maluku, Aparat hukum terkait lainnya dan Tokoh masyarakat serta Tokoh Ulamah untuk duduk bersama membicarakan masalah keamanan, kenyamanan serta perdamaian seutuhnya kepada kedua desa yang bentrok yakni, Desa Laha dan Desa Tawiri serta khususnya untuk Maluku seluruhnya", tegasnya.

Aziz menambahkan, kemudian supaya jangan kita diprovokasi dari luar atau dalam negeri, Pemerintah jauh – jauh hari sudah membuat sumpah untuk mempersatukan Bangsa Indonesia yakni, Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada tanggal 28 Oktober 1928, bahwa Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia, Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia dan Bertanah Air Satu, Tanah Air Indonesia, jadi tidak ada perbedaan kita semua bersaudara maka saling mengasihi satu sama yang lainnya, pungkas Ketua. Kordinator LSM. PKA-PPD Seluruh Indonesia Lahane Aziz putra Maluku. ( IP - *** )



Berita Lainnya