Rabu , | WIB

Minggu, 19 Juli 2015 - 21:27:01 WIB
WARTAWAN NURBAETI DIBUNUH DENGAN SADIS, POLISI HARUS BISA UNGKAP KASUS INI
Hukum & Kriminal - Dibaca: 12032 kali


instragram korban

DEPOK,INTELIJENPOST.COM Kasus kematian seorang wartawati Polisi menemukan sejumlah bukti yang menunjukkan Nurbaeti,  44 tahun, jurnalis lepas media online tewas karena dibunuh di rumahnya, Perumahan Gaperi RT1/RW9 Blok CN 6 Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Bojonggede. Meski ditemukan Sabtu 18 Juli 2015, Nurbaeti diduga sudah dibunuh lebih dari sepekan.

Sesuai Kapolsek Bojonggede Komisaris Ganet Sukoco memastikan, itu pembunuhan setelah menemukan banyak darah, termasuk yang sudah mengering di sekitar tubuh Nurbaeti.

Darah keluar dari bagian perut. Selain itu, ada telapak kaki yang bernoda darah sampai pintu kamar.  "Darahnya sudah kering dan ada jejak kaki bernoda darah. Darah banyak di TKP," kata Ganet.

Lanjut Ganet mengatakan,  masih belum mengetahui luka yang ada di tubuh korban. Musababnya, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Hanya saja, dari tubuh korban yang tertelungkup, banyak darah keluar dari perutnya.

"Dari kondisi dan sejumlah bukti yang ada diduga dia dibunuh." kata Ganet sembari memastikan lagi, kasus ini masih dalam penyelidikan.

Sementara Kakak korban, Ruawaidah Azizah 46 tahun mengatakan,  adiknya tinggal sendiri sejak setahun lalu. Nurbaety tinggal sendiri di rumahnya karena kemauan sendiri. Awalnya, Nurbaety tinggal bersama ibunya.

Rumah tersebut sudah ditempat sejak 1997. "Tidak mau diajak tinggal bersama ibunya. Lebih memilih sendiri," ucapnya.

Kemudian menurutnya, adiknya memang tidak banyak cerita mengenai kehidupannya. Ia terakhir kontak pertengahan Ramadan. "Setelah itu memang tidak pernah nelpon lagi," ucapnya. "Hanya SMS rabu kemarin tapi tidak dibalas. Dan nelpon tadi saat datang juga masih aktif."

Sementara Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho saat dikonfirmasi mengatakan, “Hingga saat ini belum ada yang bisa memastikan di media mana korban bekerja. korban diketahui pernah bekerja sebagai wartawan di media nasional (Tempo), tapi sekarang jadi wartawan lepas” ujarnya.

Menanggapi kasus pembunuhan Wartawati ( Nurbaety ), dari Surabaya Lahane Aziz Pimred Intelijenpost mewakili semua rekan – rekan pers mengucapkan, “ Innalillahi – Wainnalillahi – Rajiuun, “ ya Allah ampunilah dosa rekan kami, supaya segala perbuatan baiknya dap arwahnya dapat diterima disisi Allah…Amin… Amin… Amin ya rabbal Allamin.

Dengan kejadian ini, semua rekan pers mengharapkan pihak Kepolisian dapat mengungkap kasus ini dan setelah tertangkap nanti para pelaku kejahatan tindak kriminal tersebut, supaya dihukum seberat – beratnya karena yang dibunuh wartawati ini diduga ada kaitan dengan tulisannya yang diunggah di media online jurnalis lepas dimaksud, ujar Aziz.

Aziz menambahkan, kenapa ada dugaan tersebut karena menurut keterangan Kakaknya Ruawaidah Azizah 46 tahun mengatakan, pada saat datang dirumah adiknya Nurbaety ( korban ), Hand Phone ( HP )nya dalam keadaan hidup maka dengan bukti ini dapat membuka jalan kepada penyidik Polri agar HP tersebut diamankan sebagai Barang Bukti ( BB ), karena dugaan semakin kuat dengan adanya HP milik korban yang ditinggalkan, kalau pelakunya betul – betul maling ( perampok ) jelas HPnya diambil.

Fakta kejadian ini diduga jelas, motif pembunuhannya ada kaitan dengan tulisan yang diunggah di media online dengan berita yang menyangkut  kasus seorang pejabat sehingga kasus ini tidak terungkap, menyangkut pejabat tadi dia membayar seseorang untuk menghabiskan nyawa Nurbaety ( wartawati ), jelas Aziz.

Supaya cepat terungkap kasus ini Lahane Aziz Wartawan Senior  Hukum Kriminal (HK) ikut membantu pihak Kepolisian ( penyidik ) untuk coba mengikuti  jejak – jejak atau barang bukti yang ada berupa HP milik korban supaya diperiksa terkait isi didalamnya berupa SMS atau ada telepon dari seseorang yang diduga sebagai otak pelaku pembunuhan tersebut, pungkas Aziz.  ( IP - *** )  



Berita Lainnya