Sabtu , | WIB

Selasa, 10 November 2015 - 17:26:42 WIB
LSM MENDUKUNG MADURA PISAH DARI PROVINSI JAWA TIMUR
Politik & Pemerintahan - Dibaca: 4972 kali


SURABAYA,INTELIJENPOST.COM - Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA- PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz menilai sudah saatnya Madura pisah dari Provinsi Jawa Timur (Madura menjadi Provinsi sendiri), hal ini memang sudah lama sering kami perbincangkan dengan Tokoh Ulama Bangkalan KH. Rachbini Nasir, dan KH. Saiful dari Sampang, kebetulan kedua Tokoh Ulama ini juga sebagai Ketua. Kordinator LSM. PKA-PPD di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang.

Lanjut Aziz, dari hasil perbincangan dengan dua Tokoh Ulama tersebut mengenai bagaimana nasib Madura kalau menjadi Provinsi sendiri, masalah ini kami ambil contoh, “ Provinsi Bali “ Pulau Bali luasnya separuh dari pada Pulau Madura, kemudian hasil tambangnya tidak ada serta masyarakat Bali awalnya hanya bertani dan nelayan, karena perkembangan lokasi daerahnya mendukung untuk dijadikan Pulau Dewata ( Bali ) sebagai kota pariwisata yang diakui dunia maka terbukti sampai saat ini Provinsi Bali maju dengan pesat sehingga masyarakatnya hidup makmur dan tentram.

Dari hasil contoh konkrit ini jelas, luas Pulau Madura dua kali lipat dari luas Pulau Bali, lantas Madura memiliki tambang minyak lepas pantai, tambang garam, masyarakat bertani lahan luas dan subur, kemudian masyarakat nelayan lautan dan hasilnya mendukung serta sumber lain dan khususnya lokasi pariwisatanya tidak kalah menarik dengan tempat – tempat pariwisata yang ada di Jawa Timur, kata ketua LSM ini.

Imbuh Aziz, pada prinsipnya LSM. PKA – PPD dan Tokoh Ulama serta Tokoh Masyarakat mendukung Madura berdiri sendiri menjadi Provinsi yang berkembang dari berbagai sektor agar masyarakatnya hidup tentram, adil dan makmur sesuai yang diamanatkan dalam Panca Sila dan Undang – Undang Dasar 1945, cetusnya.  

Disisi lain untuk persyaratan mendukung, Kecamatan Kamal di Kabupaten Bangkalan, diwacanakan untuk berdiri sendiri menjadi kabupaten atau kota di Pulau Madura. Hal itu untuk memenuhi syarat agar Madura bisa lepas dari Provinsi Jawa Timur dan menjadi provinsi sendiri.

Serta selama ini, di Madura masih ada empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Sementara untuk menjadi provinsi, minimal harus memiliki lima daerah administratif.

"Sementara itu Kecamatan Kamal memang sempat disinggung akan menjadi daerah sendiri dalam pertemuan dengan Gubernur Soekarwo ," kata Ketua Panitia Persiapan Provinsi Madura, Achmad Zaini, usai bertemu Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (8/11/2015).

Selanjutnya, wacana menjadikan kecamatan di sisi paling barat Pulau Madura itu menjadi daerah sendiri, akan dibahasnya secara mendalam secara akademik melibatkan perguruan tinggi, serta tokoh Madura lainnya.

Menurut Zaini, ada dua pilihan, Kamal akan menjadi daerah sendiri, atau Bangkalan menjadi Kabupaten dan Kota. "Yang jelas, prinsip dasar Madura. Menjadi provinsi sendiri adalah agar pembangunan di Madura menjadi maksimal, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai lokal, dan syiar agama Islam," tegasnya.

Gubernur Soekarwo sendiri tidak mempermasalahkan, Madura menjadi provinsi sendiri. Menurutnya, yang penting tujuan memisahkan diri dari provinsi Jawa Timur itu dengan tujuan lebih mensejahterakan masyarakat Madura. Dia ( Soekarwo ), secara institusi tidak memiliki wewenang untuk mendukung atau menolak, karena wewenang kebijakan menyetujui terbentuknya provinsi adalah pemerintah pusat. ( IP – YS )

Berita Lainnya