Selasa , | WIB

Selasa, 06 Mei 2014 - 16:54:06 WIB
BPJS DAN RUMAH SAKIT MELAKSANAKAN TUGASNYA TIDAK SESUAI ATURAN MENTERI KESEHATAN
Pendidikan & Kesehatan - Dibaca: 639271 kali


KEDIRI,INTELIJENPOST.COM Masyarakat Indonesia  saat ini lagi mendapat perhatian dari pemerintah khususnya dibidang kesehatan dan hal ini merupakan hadiah ( kado ) dari Bapak. Presiden – RI, Soesilo Bambang Yudhoyono menjelang akhir jabatannya, hal ini memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat miskin.

Namun dalam pelaksanaan atau pelayanan, Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan ( BPJS )di rumah – rumah sakit swasta, salah satunya Rumah Sakit ( RS ) Arga Husada yang domisili di Jl. Raya Ngadi Luwih Kediri, mengalami kendala terkait biaya dan permasalahan pasien yang menjalani rawat jalan atau akan adakan kontrol kembali kesehatannya.

Intelijen Post coba konfirmasi berita ini dengan korban atau sumber yang tidak mau menyebut jati dirinya mengatakan, pada saat pasien setelah menjalani operasi cesar terkait melahirkan anaknya yang ke – tiga, bayi dan Ibunya selamat dalam operasi tersebut, namun yang menjadi kekecewaan pasien dalam rawat inap karena dinyatakan kesehatannya belum pulih ( belum sehat ).

Tapi yang anehnya, pihak Rumah Sakit ( Dokter ) terkesan memaksa pasien segera pulang dengan alas an supaya pasien ini dirumah dilatih untuk berjalan, padahal kondisi kesehatan pasien tidak memungkinkan untuk bisa mengikuti perintah Dokter tersebut, karena sesuai kenyataannya pasien baru saja mengalami tidak sadarkan diri alias semaput pada saat berada di dalam kamar mandi Rumah Sakit dalam ruang inap, kata sumber tadi.

Sementara terkait permasalahan biaya kontrol pihak Rumah Sakit mengatakan bahwa, BPJS hanya menanggung atau membiayai sebatas dua kali kontrol saja, selebih itu pasien dalam pengontrolan yang ke tiga kalinya harus membayar Rp. 95. 000, selanjutnya yang ke – empat juga membayar Rp. 65.000,karena disebut pihak rumah sakit ( petugasnya )mengungkapkan  pembayaran ini tidak termasuk paket dalam melahirkan, imbuh sumber ini.

Disini sumber juga mempertanyakan kepada pihak Rumah Sakit Arga Husada atau pihak petugas kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan ( BPJS ), yang disebut dengan tidak termasuk dalam paket melahirkan itu apa maksudnya ? padahal sesuai pernyataan Direktur  Kepesertaan Dan Hubungan Antar Askes Endang Tindarwati Wahyuningsih mengemukakan pada tanggal, 31 Desember 2013, seluruh p0eserta BPJS mendapatkan manfaat berupa biaya kesehatan gratis untuk semua jenis penyakit dan semua yang menyangkut biaya kesehatan kita jamin walaupun seumur hidup, tegasnya.

Disisi lain pihak BPJS juga jangan asal ngomong, karena terbukti baru – baru ini beberapa Rumah Sakit swasta di Jawa Timur mengadakan konplain permasalahan pembayaran pasien BPJS yang belum dibayar Pemerintah dirumah sakit swasta yang melayani pasien peserta BPJS tersebut.

Padahal, Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Menteri Kesehatan RI,telah menggelontorkan dana BPJS sebesar Rp. 19,6 triliun untuk membantu 86,4 juta penduduk Indonesia yang tergolong miskin atau kurang mampu dan pembayarannya atau pengklaiman pihak rumah sakit kepada Pemda harus tepat waktu dan jumlahnya agar meningkatkan  agar menjadi makin layak dalam pelayanan yang berujung adil, tutur SBY.    ( LA – NI )


Berita Lainnya