Rabu , | WIB

Jumat, 30 Mei 2014 - 14:27:59 WIB
MEMPERINGATI HUT KOTA SURABAYA SYAHBANDAR ADAKAN WAYANG KULIT
Metro Surabaya - Dibaca: 338225 kali


Capt, H. Renaldo Sjukrie MM

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Kantor  Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, memperingati  Hari Ulang Tahut ( HUT ) Kota Surabaya yang ke 721 ditandai dengan pemukulan gendang oleh Ketua Panitia Capt. H. Renaldo Sjukrie MM, bahwa acara segera  dimulai pagelaran Wayang Kulit dengan judul, “ Bambang Wisanggeni Maneges, “ dengan Dalang Ki Surono Gondo Taruno dan Sutradara serta koreografi Drs. Gunawan Priyatmadja dan pembawa Ceramah KH. Nur Hasan S.Pd.I.

Dalam memperingati hari ulang tahun tersebut, Syabandar Tanjung Perak bekerja sama dengan Paguyuban Wartawan Peduli Perhubungan Laut ( PAPPERLA ) serta didukung oleh Paguyuban Masyarakat Peduli Sosial Budaya Nusantara dengan menyelenggarakan pagelaran Seni Budaya  diantaranya macapat atau Sendratari pertunjukan musik modern, Ceramah dan Sarasehan serta pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk.

Menurut panitia acara dikemas dengan mengambil tema, “ Napak Tilas dan Ziarah Oejoeng Galoeh “ sebagai cikal bakal Kerajaan – kerajaan besar di Nusantara ( Kerajaan Singasari dan Majapahit ). Pelaksanaan kalaborasi kali ini merupakan yang pertama kiali dilangsungkan di Pelabuhan Tanjung Perak dan khususnya di kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya, ujarnya.

Sementara itu Kepala Bagian Tata Usaha Marzuki SH, mewakili Kepala Syahbandar Utama Tanjung Perak mengatakan, acara ini bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi antara kantor Kesyahbandaran dengan instansi terkait serta para stakeholder  di lingkungan kerja Pelabuhan Tanjung Perak dan sekaligus untuk memberikan hiburan kepada masyarakat luas, bahkan acara ini juga sebagai bentuk  kepedulian kita bersama dalam rangka turut melestarikan budaya Adiluhung ataupun budaya lokal dimana tengah himpitan budaya asing yang kian merambah keberbagai sendi kehidupan masyarakat saat ini, tuturnya.

Kemudian dalam acara jumpa pers Ketua Panitia Capt, H. Renaldo Sjukrie MM mengungkapkan, tujuan penyelenggaraan acara ini pertama, napak tilas Oejoeng Galoeh yang mana sudah berabad – abad silam ( 8 abad ) belum pernah diziarahi oleh masyarakat Surabaya. Yang kedua, budaya Jawa dalam hal ini, “ Wayang Kulit, “ budayanya sudah mulai tertinggal oleh budaya asing sehingga perlu adanya kolaborasi kebangkitan budaya nasional dalam rangka menyambut HUT Kota Surabaya yang ke – 721.

Serta yang ke – tiga, terbentuknya rasa kerja sama atau guyub sesama masyarakat Surabaya dengan diplopori budaya Wayang Kulit. Dan ke – empat, beberapa bulan kedepan nanti masyarakat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi berupa Pemilihan Capres dan Cawapres, maka masyarakat Tanjung Perak perlu adeanya ritual doa dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat ALLAH SWT demi suksesnya pesta denokrasi dimaksud, harapan Renaldo. ( LA )

Berita Lainnya