Minggu , | WIB

Senin, 04 Agustus 2014 - 16:22:46 WIB
LSM CURIGAI KINERJA KPU BUKA ULANG KOTAK SUARA
Pemilu 2014 - Dibaca: 27306 kali


TERINDIKASI ADA PENYIMPANGAN

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA- PPD )Ketua Kordinator seluruh Indonesia Lahane Aziz bertindak sebagai nakhoda untuk relawan yang mengawasi Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Repoblik Indonesia ( NKRI ) pada tanggal 9 Juli 2014, baru lalu.

Sesuai hasil perhitungan suara yang dinyatakan Komisi Pemilihan Umum ( KPU )dan finish pada tanggal 22 Juli 2014, serta pada hari dan tanggal itu juga KPU menghitung suara yang sudah terkumpul dari kurang lebih 33 Provinsi dan langsung menyampaikan hasil suara terbanyak atau pemenangnya.

Menurut KPU, suara terbanyak adalah pasangan Capres Jokowidodo – Jusuf Kalla lebih unggul selisi 46% dari pasangan Capres Prabowo Subianto – Hatta Rajasa, namun dalam penentuan perhitungan suara  di Kpu, Capres Prabowo menarik diri dari perhitungan suara Pemilu tersebut Karen dianggapnya ada permainan kotor atau terindikasi ada penyimpangan penggandaan suara yang membengkak kepada pihak Joko Widodo – Jusuf Kalla, ujarnya

Akhirnya, Prabowo – Hatta dan tim sukses Merah Putihnya tidak mengakui putusan KPU tentang pemenangan Pemilu yang menyatakan pasangan Jokowidodo – Jusuf Kalla, dan permasalahan Pemilu ini di bawa atau dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi ( MK ) untuk diproses hukum nanti dari putusan ini baru bisa di pastikan siapa sebagai Presiden – RI yang memimpin bangsa lima tahun kedepan, kata berbagai sumber tim sukses.

Menanggapi terkait dugaan adanya penyimpangan dalam pemilu 9 juli 2014, pertama – tama jumlah pemilih makin bertambah alias pembekakan suara serta penggelembungan suara dengan sistim formulir , membawa KTP, surat RT/RW, semua ini terindikasi ada permainan tidak beres sehingga mengacaukan dalam perhitungan suara yang mana bisa dihitung dalam 1x24 jam saja sudah selesai, hal ini bisa tertunda – tunda dan disinilah peluang untuk cela – cela kecurangan terjadi, ungkap Ketua LSM.PKA-PPD Lahane Aziz.

Selanjutnya ada keganjalan menuju awal gugatan Pemilu di MK , setelah laporan atau gugatan di terima bukti – bukti pelanggaran di amankan dan terutama kotak suara harus di sita dari KPU serta dipasang Police line nanti setelah proses hokum di MK baru kotak suara dibuka serta disaksikan dari kedua belah pihak sengketa Pemilu dan aparat hukum yang berkopeten dengan masalah ini, jelas sesuai sumber kaca mata hukum.

Aziz menambahkan yang terlihat ada indikasi cacat hukum, kasus Pemilu di KPU ini sudah dilaporkan atau dibawa ke – rana hukum MK, kenapa yang dinamakan Barang Bukti (BB ) seperti kotak suara yang sudah dihitung dan dikunci, dibuka kembali oleh pihak KPU dengan alasan adanya penggandaan dokumennya sebagai bukti yang akan di ajukan di MK disini jelas sudah cacat hukum karena BB sudah berubah dan dipastiken ada yang tercecer  atau bertambah, tutur Aziz.  ( IP )

Berita Lainnya