Kamis , | WIB

Senin, 08 September 2014 - 09:21:56 WIB
MANISNYA UANG HASIL BISNIS NARKOBA,PAHITNYA DUA ANGGOTA POLRI TERANCAM HUKUMAN MATI
Hukum & Kriminal - Dibaca: 63644 kali


AKBP Idha Endri Prastiono & Titi Yusnawati(istri)

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Bagi Polisi yang kurang memiliki integritas moral yang cukup, kekuasan itu tentunya sangat menggoda untuk dipergunakan ke arah lain yang bukan untuk tegaknya hukum dan keadilan masyarakat, demi untuk kepentingan pribadi. Jika hendak merubah prilaku dan kinerja Polri, maka langkah pertama dan utama yang perlu segera dilakukan adalah menata Komandan ( Pimpinan – pimpinan Polri ) yang menjalani hidup dengan penuh gaya  hedonislife ( menuju harta dunia ), tidak bisa mengharapkan kepada anak buahnya untuk hidup mencukupkan apa yang ada, katanya.

Kedua Anggota Polisi itu berada di Malaysia atas kehendak pribadi, tidak ada penugasan keluar negeri , karena memang kedua anggota ini sudah banyak melakukan problema atau troublemaker  sejak di Sumatra Utara dan dalam pengawasan kita, bahkan sudah tidak diberi jabatan, selenting Sutarman

Menanggapi hal ini, LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah Pusat Dan Daerah ( PKA-PPD )meminta Pimpinan Polri bertanggung jawab atas tertangkapnya dua anggota Polri oleh Kepolisian Diraja Malaysia ( KDM ) di Kuching, Serawak, Malaysia. Ketua Kordinator LSM.PKA-PPD seluruh Indonesia Lahane Aziz mendesak Kapolri dan Kapolda Kalbar untuk ikut bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat anak buahnya itu.

LSM juga desak Kapolri untuk transparansi atau terbuka dalam menylidiki kasus keterlibatan tersebut. “ Masyarakat juga berhak tahu sejauh mana keterlibatan anggota Polri tadi dalam sindikat narkoba Internasional, dari mana asal narkoba, serta untuk siapa narkoba tersebut, karena dalam hal ini jangan Cuma rakyat kebagian malunya saja sebab orang lain ( Polri ) makan nangkanya dan rakyat kebagian getahnya, pinta Aziz.

Lahane Aziz mengatakan, Polri perlu memperketat dan mencermati bawahannya, terutama yang bersentuhan dengan tugas dibidang narkoba, harus ada pengawasan internal dari atas ke bawah, kata Aziz, juga harus diperkuat dari Atasan, juga dituntut harus peduli dengan semua dinamika yang ada di jajarannya.”  Sangat tidak masuk akal, kalau seorang Kapolda tidak tahu ada Pamennya yang pergi ke luar negeri, kemudian tertangkap Polisi Negara lain karena kasus narkoba, “ ungkapnya Aziz dalam rilisnya kepada Intelijen Post.com.

 Kasus ini menurut Aziz, membuktikan bahwa Bangsa Indonesia semakin di pecundang narkoba dan Aparatnya terlalu gampang diperbudak narkoban. Saking enaknya uang dari hasil bisnis narkoba telah menutup akal sehat banyak orang, terutama oknum Aparat, “ jika memang terbukti ditangkap karena kasus narkoba, Polri harus berjiwa besar melepas keduanya diproses secara hukum oleh sistem hukum Malaysia, “ ujarnya.

Sementara Komisi III DPR – RI, juga menanggapi serius hal ini, segera memanggil Kapolri untuk didengarkan keterangan resmi terkait penangkapan dua Polisi itu. “ Selain itu kami juga akan meminta penjelasan sejauh mana keterlibatan Polri dalam sindikat narkoba Internasional tersebut, “ kata Anggota Komisi III DPR, Ahmad Yani kepada pers baru – baru ini.(IP)

Berita Lainnya