Sabtu , | WIB

Senin, 02 Maret 2015 - 19:00:18 WIB
POLISI JATANRAS LENGAH BEGAL MOTOR MERAJALELA
Hukum & Kriminal - Dibaca: 120780 kali


Satlantas Saat Razia

JAKARTA,INTELIJENPOST.COM Para aksi begal motor belakangan ini semakin marak. Setelah terjadi di daerah Depok, Jawa Barat, Begal juga beraksi di Pondok Aren, Tangerang Selatan dan Kemayoran, Jakarta Pusat, hal ini dinilai Anggota Polisi Jatanras lengah sehingga begal motor dengan mudah melakukan aksinya.

Sementara di dua lokasi terakhir, pelaku mendapat amukan massa. Bagaimana mengatasi berbagai peristiwa yang meresahkan masyarakat ini, “ Mabes Polri harus menegaskan kepada seluruh jajaran Polri untuk meningkatkan tugas dari pada Anggota Polisi Jatanras yang punya tugas untuk melumpuhkan begal motor maupun kejahatan dengan kekerasan lainnya.”

Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA- PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz mengatakan,   para Kapolres harus tegas dan berani berkorban untuk mengentaskan tindakan kriminal yang mengganggu keamanan warga tersebut. Kapolres diminta mau terjun langsung dan tidak hanya sekedar memerintah anak buahnya untuk menjaga keamanan wilayahnya, disamping itu tugas Angota Reserse Jatanras harus ditingkatkan di daerah – daerah yang dianggap rawan, kata Aziz.

"Mulai dari Kapolres,Kapolsek harus betul-betul tegas, berani dan mau berkorban. Artinya, kalau ada kejadian 2 sampai 3 kali di wilayahnya sampai malam, ya jangan tidur dia (Kapolres), jangan hanya nyuruh anggotanya," kata Lahane Aziz saat berbincang - bincang dengan IntelijenPost.com, belum lama ini.

Disisi lain, lanjut Lahane Aziz, masalah anggaran juga menjadi persoalan. Menurutnya anggaran operasioanal harus lebih tinggi dari anggaran rutin, makanya, mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten maupun tingkat Provinsi ( Pemerintah Daerah ) harus duduk bersama dengan jajaran keamanan POLRI, TNI masalah tambahan anggaran operasional keamanan tersebut, ujarnya.

"Imbuh LSM, anggaran 67 persen habis untuk gaji, jadi biaya operasionalnya itu hanya sekitar 33 persen, itu tahun kemarin (2014-red). Tahun ini sudah bisa ditekan, biaya rutin ini jadi 63 persen. Jadi tingkatkan biaya operasional, sehingga polisi tak perlu cari tambahan di jalan untuk bensin. Sebab bensin satu mobil (patroli) hanya bisa sampai 50 km, sedangkan wilayahnya luas," ungkap sumber keamanan. ( IP – DW )



Berita Lainnya