Rabu , | WIB

Senin, 09 Maret 2015 - 09:46:49 WIB
LEMBAGA PALAPA SAKTI NUSANTARA PEMERSATU BANGSA : JANGAN ADA YANG GANGGU NKRI
Nasional - Dibaca: 121408 kali


JAKARTA,INTELIJENPOST.COM Kepala, Badan Intelijen Pejuang 45 ( BIP 45 ) sekaligus Ketua. Lembaga Palapa Sakti Nusantara Pemersatu Bangsa ( LPSN – PB ) BRM. Hario Budiono mengatakan, Edward Snowden jangan coba – coba mengamcam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI )maupu Presiden – RI.

Menurut Kepala BIP 45, ancaman atau gertakan Edward Snowden ini merupakan politik ekonomi dan politik provoganda untuk merusak hubungan antar negara terkait dengan adanya hukuman mati penjahat narkoba dua warga Australia maupun warga negara asing lainnya, jadi Indonesia ( Presiden Joko Widodo ) tidak perlu gentar dan terus saja lakukan hukuman tembak mati menyangkut pelaku kejahatan narkoba tersebut, tegas Budiono.

Sementara  Badan intelijen Australia (Australian Signals Directorate) menyadap jaringan telepon terbesar di Indonesia, PT Telkomsel, termasuk sistem telekomunikasi negara-negara di sekitar Pulau Pasifik Australia. Australia bekerja sama melakukan penyadapan ini bersama Badan Keamanan Komunikasi Pemerintah Selandia Baru (Government Communications Security Bureau).

Sesuai informasi yang dihimpun IntelijenPost, penyadapan ini diungkap dalam dokumen yang dimiliki mantan pegawai intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden, yang dirilis pada Kamis, 5 Maret 2015. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa ASD dan GCSB memata-matai secara intensif negara-negara kepulauan Pasifik kecil yang rentan, seperti Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Nauru, Samoa, Vanuatu, Kiribati, Kaledonia Baru, Tonga, dan Polinesia Prancis.

Selanjutnya Australia dan Selandia Baru memberikan sinyal kepada agen-agen intelijennya untuk “mencegat” satelit komunikasi dan kabel telekomunikasi bawah laut menyadap panggilan telepon, e-mail, pesan media sosial, dan metadata yang terkait satu sama lain. Juga, mitra "5-mata" mereka, Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat dan Markas Besar Badan Keamanan Komunikasi Inggris.

Adanya sebuah laporan rahasia Selandia Baru yang bocor ke publik menjelaskan ketertarikan ASD terhadap jaringan ponsel terbesar di Indonesia adalah jumlah pelanggan PT Telkomsel yang lebih dari 122 juta pelanggan.

Bahkan, seorang perwira intelijen Selandia Baru pada tahun 2009 ditempatkan di bagian analisis infrastruktur jaringan ASD. Ia mendapat tugas khusus termasuk menyelidiki catatan panggilan yang dikirim melalui File Transfer Protocol, protokol jaringan standar yang digunakan untuk mentransfer file dari host komputer ke komputer lain. Ia juga ditugaskan menyelidiki pintu masuk kompresi suara Telkomsel yang digunakan untuk mendukung transmisi lalu lintas telepon internasional dan domestik jarak jauh. ( IP – LA – TPKFCSEA. 027114 )



Berita Lainnya