Selasa , | WIB

Rabu, 17 Juni 2015 - 15:21:52 WIB
PERINTAH DIRUT PT. PELNI BONGKAR PINTU KELAS KAMAR
Pelabuhan - Dibaca: 27062 kali


KAPAL MELANGGAR PERUNTUKKAN AWAL SERTA KEAMANAN DAN KENYAMAN PENUMPANG

SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Sesuai perkembangan zaman serta persaingan moda transportasi di Tanah Air kini semakin ketat. Apalagi dengan menjamurnya moda transportasi udara belakangan ini.PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai perusahaan transportasi laut harus mengakui kalah dalam persaingan menarik konsumen.

Sebagai timbul semangat baru untuk itu,  PT Pelni harus bangkit dengan melakukan inovasi agar konsumen kembali menggunakan armadanya. Dengan memanfaatkan momentum “Poros Maritim”, perusahaan pelat merah ini menawarkan promosi wisata bahari. Proyek “mahal” ini boleh jadi merupakan amunisi baru bagi PT Pelni sebagai perusahaan yang telah mencapai usia 62 tahun itu.

Dengan semangat bersama Nakhoda baru, Sulistyo Wimbo Hardjito sebagai orang nomor satu ( Dirut ) di PT Pelni ini meminta semua jajarannya untuk bekerja keras membangun armada laut yang dulu pernah berjaya, cetusnya.

Menurut dia ( Sulistyo ), maklum perusahaan itu biasa hidup dari subsidi pemerintah berupa public service obligation (PSO). Belum lagi, persaingan bisnis sesama transportasi, membuat PT Pelni seakan ditekan lewat konsep low cost carrier (LCC) di bidang penerbangan. Ditambah lagi kerugian perusahaan hingga 2013 mencapai Rp 634 milyar yang diperoleh dari berbagai permasalahan. Semua itu membuat PT Pelni sulit bernafas, ujarnya.

Menanggapi permasalahan PT. Pelni ini, Intelijenpost coba wawancara dengan salah satu LSM yang selalu mengamati Kinerjanya dan peduli terhadap kegiatan bongkar – muat barang serta naik turunya penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak, yakni Ketua. Kordinator LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daerah ( PKA- PPD ) Seluruh Indonesia Lahane Aziz menjelaskan, adanya kerugian PT. Pelni di tahun 2013 yang ditaksir Rp. 634 milyar, itu perbuatan Pelni sendiri dengan sengaja abaikan muatan barang Over Bagasi ( OB ) milik ekspedisi serta barang milik penumpang, jelas Aziz.

Selanjutnya, apa yang dikatakan Dirut PT. Pelni Sulityo Wimbo Hardjito, meminta semua jajarannya untuk bekerja keras membangun armada lautnya supaya berjaya lagi, hal ini tidak akan terwujud kata Aziz, apalagi kapasitas angkut penumpang dibatasi, muatan barang OB milik ekspedisi ditolak dan penumpang cuma bisa membawa barang cangkingan beratnya 20 Kg – 25 Kg, padahal penumpang ini sebagian besar pedagang yang mau bayar barangnya sesuai ketentuan Pelni asal jangan barang bawahannya dibatasi sesuai kemampuan membayar tarif barangnya.

Aziz sebagai Ketua Kordinator LSM. PKA-PPD Seluruh Indonesia menambahkan, baru – baru ini dia menumpangi kapal KM. Gunung Dempo dari Pelabuhan Tanjung Perak, dengan pelabuhan tujuan Makassar dalam hal melaksanakan investigasi terkait mendapat informasi bahwa kapal KM. Gunung Dempo melayani penumpang seluruhnya bertiket ekonomi dan tidak ada penumpang kelas, tapi sangat disayangkan begitu mewahnya bekas ruangan kelas yang dibongkar seluruh pintunya dan diperbolehkan untuk penumpang menempati ruang kelas tersebut dengan keadaan terbuka menganga lebar.

Dengan melihat keadaan kapal semacam ini, dia ( Aziz ) mengorek salah satu oknum ABK mengatakan, yang menyuruh bongkar seluruh pintu kamar kelas ini perintah Direktur Utama PT. Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito, dan yang dibongkar bukan cuma kapal Gunung Dempo saja, ada beberapa kapal juga dibongkar pintu kamar kelasnya, jelas ABK tadi.

Sesuai LSM.PKA-PPD, terjadi perombakan ini jelas Dirut PT. Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito sudah melanggar aturan awal peruntukan kapal untuk diutamakan mengangkut penumpang, bukan untuk khusu kapal angkut barang, dan kapal KM. Gunung Dempo ini baru dioperasikan kurang lebih 5 tahun usianya jadi tergolong masih baru kenapa Pelni sengaja merusaknya, karena ini kapal dibeli Pemerintah dari uang rakyat maka LSM tidak terima dan akan menggugat PT. Pelni di Mahkamah Pelayaran atau ke Pengadilan Tata Usaha Negara ( PTUN ), tegas Aziz.

Unggahnya berita ini, LSM. PKA- PPD minta kepada Syahbandar Tanjung Perak untuk menindaklanjuti sesuai hasil temuan ada beberapa kapal milik PT. Pelni yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak yang merubah peruntukannya supaya diperiksa dokumennya yang berbentuk apa dan siapa yang memberikan izin untuk bongkar pintu kamar ruangan kelas tersebut karena hal ini sangat merugikan penumpang terkait terjadi pencurian, rasa tidak aman maupun kenyamanan maka ini jelas tugas Syahbandar harus ditindak.  ( IP - *** )

Berita Lainnya