Selasa , | WIB

Kamis, 05 November 2015 - 20:36:02 WIB
MANTAN PENGUSAHA FARMASI :TERKUAK, 40% DARI HARGA OBAT BUAT MENYUAP DOKTER
Pendidikan & Kesehatan - Dibaca: 175868 kali


JAKARTA,INTELIJENPOST.COM Kinerja dokter tidak berpihak pada fasien, tapi berpihak dari segi bisnis yang berkaitan dengan perusahan produksi obat, menurut Ketua Komite Nasional Penyusunan Formularium Nasional Iwan Dwiparahasto mengatakan, rata-rata perusahaan farmasi menghabiskan duit untuk mempromosikan obatnya sebesar 40 persen dari total biaya produksi.

Menyangkut alih-alih untuk beriklan, biaya promosi merupakan uang komisi penulisan resep obat.

“Itu untuk membiayai dokter jalan-jalan ke luar negeri, bertanding golf, hingga membelikan mobil,” kata Iwan, yang juga guru besar farmakologi dari Universitas Gajah Mada, kepada awak media akhir September lalu.

Hal yang timbul saat menelusuri penyebab mahalnya harga obat ini, tim investigasi beberapa awak media memperoleh puluhan kuitansi yang dikeluarkan  sebuah produsen obat  saat memberikan uang kepada para dokter.

Selain itu ada juga puluhan file berformat Microsoft Excel yang berisi 2.125 nama dokter di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Surabaya, Jember, dan Makassar yang diduga menerima suap dari  perusahaan itu.

Sesuai data dan informasi, saat ini ada 205 perusahaan farmasi yang memperebutkan Rp 69 triliun ceruk pasar obat pada tahun ini. Angka itu setiap tahun meningkat. Pada 2000, misalnya, nilai bisnis obat hanya Rp 6 triliun.

Lantas mereka  bersaing dengan cara  “mendekati” dokter. “Jika dokternya punya banyak pasien, berapa pun uang yang diminta dokter akan dipenuhi,” kata seorang mantan petinggi perusahaan farmasi  yang kini tak lagi bekerja di dunia farmasi, ujarnya. ( IP – DW )



Berita Lainnya