Sabtu , | WIB

Senin, 23 November 2015 - 21:55:56 WIB
TEMPAT PENGASINGAN BUNG KARNO DI ENDE NTT DI TEMUKAN POTENSI EMAS DAN URANIUM
Nusantara - Dibaca: 115070 kali


ENDE,INTELIJENPOST.COM Selama kurang lebih satu bulan tim ekspedisi NKRI 2015 mengeksplorasi wilayah kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Ternyata bukan hanya kaya akan cerita sejarah dan budaya, tanah tempat pengasingan Proklamator Bung Karno ini juga diduga memiliki kekayaan alam yang tinggi, ada pasir besi dan kemungkinan uranium serta emas.

"Mengenai salah satu komoditi pertambangan di sini adalah Zeolith dan Pasir Besi," ujar salah satu anggota tim geologi Zakaria dalam ekspedisi NKRI wilayah Kabupaten Ende, hal ini disampaikan Zakaria kepada awak media, belum lama ini.

Selanjutnya, dalam melakukan penjelajahan di bumi pengasingan Soekarno Ende. Tim mendapati kalau banyak kandungan mineral. Meski begitu hasil temuan di lapangan masih harus dilakukan pendalaman oleh tim ahli dari Lipi.

"Dia ( Zakaria ) mengatakan, waktu dilokasi kami menemukan batuan yang mengandung tembaga kuning, yang biasanya kalau tembaga itu berwarna merah kemarin kita temukan warna kuning. Selain itu kami menemukan bantuan yang diduga memiliki kandungan uranium," papar pria yang sehari-harinya bekerja di Dinas Pertambangan Kabupaten Ende.

Adanya temuan tambang ini, secara tidak langsung dibenarkan  Mayor cba Dany ferdianto jabatan wadan subkorwil 6 mengatakan, temuan tersebut masih harus dilakukan penelitian lebih dalam. Pasalnya batuan tersebut ditemukan berdasarkan informasi dari masyarakat kepada koramil.

"Kemudian juga kita mendapat informasi masyarakat kalau di daerah Kab. Nagekeo ada ekploitasi besar-besaran oleh Cina," paparnya.

Lantas laporan tersebut ditindak lanjuti oleh tim dengan mendatangi lokasi penemuan. Pihaknya pun mengambil beberapa sampel untuk diserahkan kepada tim ahli.

"Menurutnya ini baru dugaan, nanti akan kita serahkan kepada tim ahli Geologi di bandung untuk dilakukan penelitian. Karena berdasarkan hasil penjelasan Ahli Geologi Pujo Asmoro  terlalu cepat mengambil kesimpulan seperti itu. Sebab hasil pengamatan batuan yang kita ambil sampelnya itu lebih dominan zat besi, yang mana besi memiliki asosiasi kuat dengan logam mulia emas," pungkasnya. ( IP – MAM – AK )



Berita Lainnya