Selasa , | WIB

Minggu, 06 Desember 2015 - 09:49:56 WIB
GM PELINDO III CABANG TANJUNG PERAK DITANGKAP POLISI PASCA TODONGKAN PISTOL KARYAWAN KONTER HP
Hukum & Kriminal - Dibaca: 71300 kali


SURABAYA,INTELIJENPOST.COM Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, menciduk GM PT Pelindo III Tanjung Perak, Eko Harijadi Budijanto. Orang nomor satu di jajaran pelabuhan tanjung perak itu diamanakan lantaran melakukan penodongan terhadap karyawan konter handphone Samsung di Plasa Marina lantai III, M Sofi (28) warga Jl Girilaya IV.

Dari data yang didapat, peristiwa ini berawal saat pelaku membeli 1 unit handphone merk Samsung jenis note 5 seharga Rp9.300.000, dan seharusnya mendapat hadiah keyboard cover dan power bank. Akan tetapi, hadiah tersebut belum dapat diberikan karena stok di konter itu telah habis.

Korban akhirnya menyarankan pelaku untuk menulis data diri yang bisa dihubungi oleh pihak konter, jika hadiah sudah ada. Namun pelaku justru tidak terima dan marah, sehingga pelaku mengeluarkan senjata jenis air soft gun, dari pinggangnya kemudian menodongkan pistol tersebut ke arah kepala korban.

"Tidak hanya ditodong pistol ke arah kepala, tapi saya juga didorong sampai terjatuh oleh pak EH," kata korban singkat saat ditemui di Mapolrestabes Surabaya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete mengatakan, pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penodongan di kantornya Pelindo III.

Setelah mengetahui identitas pelaku, Tim Resmob Polrestabes Surabaya segera bergerak ke kantor Pelindo III di daerah Perak untuk menjemput pelaku. "Ya benar. Terlapor kita jemput di kantornya Pelindo III di daerah Perak" katanya

“Terlapor saat ini sedang kami lakukan pemeriksaan, dan akan kami jerat dengan Pasal 335 KUHP dan UU Darurat. Setelah memeriksa saksi-saksi dan alat bukti, statusnya bisa dinaikkan menjadi tersangka,” tambahnya.

Takdir menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan tanpa pandang bulu sesuai dengan prosedur dan undang-undang tanpa melihat latar belakang terlapor.

“Kami akan tetap transparan dalam penyidikan terhadap seluruh kasus yang kami tangani agar masyarakat tidak menilai dengan multitafsir ” pungkas Takdir.(IP/LA)



Berita Lainnya